NPSN : 60714452 | NSM : 111235030055 | IJOB NO. : MIS/03.0055/2017 | AKTE NOTARIS : NO. 4, MUNYATI SULLAM, S.H., M.H. | Pengesahan Akta Notaris : AHU-119.AH.01.08.TAHUN 2013 / 26 JUNI 2013 | Tanggal Pendirian : 01 JANUARI 1965
Tampilkan postingan dengan label Doa Bersama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa Bersama. Tampilkan semua postingan

Selasa, Agustus 11, 2026

Lailatul Ijtima’ MI Watuagung: Merajut Silaturahmi, Menguatkan Hati dalam Dzikir dan Doa


Keluarga besar MI Watuagung dan PAUD RA Miftahul Huda, Watulimo, menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ pada Senin malam, 10 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman MI Watuagung, Dusun Suwur, Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, ini merupakan agenda rutin setiap malam Selasa Kliwon yang menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan menyatukan langkah melalui dzikir, istighotsah serta doa bersama.

Lailatul Ijtima’ dimulai pukul 18.45 WIB hingga selesai dan diikuti oleh keluarga besar lembaga, mulai dari dewan guru, pengurus, komite, wali murid, alumni, simpatisan hingga para siswa. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadikan suasana semakin hangat dan penuh kekeluargaan. Sebagaimana semangat yang tertuang dalam undangan, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk “mempererat silaturahmi, menguatkan doa, dan meraih berkah bersama.”


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan iftitah tawasul yang dipimpin oleh Ustadz Murdiyanto. Tawasul menjadi pintu awal untuk mengawali majelis dengan memohon keberkahan dan pertolongan Allah SWT, sekaligus menghadiahkan doa kepada para ulama, masyayikh, guru, orang tua, serta para pendahulu yang telah memberikan jasa dan perjuangan bagi umat dan dunia pendidikan.

Memasuki rangkaian inti, Ustadz Mustarom selaku Kepala MI Watuagung memimpin istighotsah dan pembacaan Hizib Nashor. Seluruh jamaah mengikuti rangkaian dzikir dengan penuh kekhusyukan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Hizib Bahri yang dipimpin oleh Ustadz Murdiyanto. Lantunan dzikir menjadi ikhtiar bersama untuk memohon perlindungan, pertolongan, keselamatan serta keberkahan dari Allah SWT bagi seluruh keluarga besar MI Watuagung dan PAUD RA Miftahul Huda.


Setelah seluruh rangkaian dzikir dan munajat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa penutup yang dipimpin oleh Kyai Muniri, Ketua NU Ranting Watuagung. Dalam suasana yang khidmat, seluruh jamaah memanjatkan harapan agar Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran dan keberkahan kepada para guru, siswa, wali murid, alumni, pengurus serta seluruh keluarga besar lembaga dalam menjalankan amanah dan pengabdian.

Lailatul Ijtima’ akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda rutin. Ia merupakan ruang untuk merawat tradisi, memperkuat ukhuwah, menyatukan hati dan menitipkan berbagai ikhtiar kepada Allah SWT. Semoga majelis yang sederhana namun penuh makna ini senantiasa istiqamah, menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi MI Watuagung dan PAUD RA Miftahul Huda serta membawa manfaat yang lebih luas bagi keluarga, masyarakat dan umat. Bersilaturahmi dalam kebersamaan, berdzikir dalam kekhusyukan, dan berdoa dengan penuh harapan.
.
Share:

Selasa, Oktober 21, 2025

Doa Kebangsaan Hari Santri Nasional 2025: Malam Penuh Berkah dan Cinta Tanah Air di MI Watuagung Watulimo


Watuagung, 21 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025, keluarga besar PAUD, RA Miftahul Huda, dan MI Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek menggelar Doa Kebangsaan yang penuh khidmat dan makna pada Selasa malam Rabu, 21 Oktober 2025. Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut berlangsung di halaman MI Watuagung dan diikuti oleh para siswa dari tiga lembaga pendidikan, dewan guru, orang tua/wali murid, pengurus dan komite madrasah, serta jamaah yasin setempat.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala MI Watuagung, Bapak Mustarom, yang dalam pesannya menekankan pentingnya meneladani semangat perjuangan para santri dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Santri bukan hanya mereka yang belajar di pesantren, tetapi setiap insan yang menjadikan ilmu, iman, dan cinta tanah air sebagai jalan hidupnya. Mari kita doakan negeri ini agar tetap aman, damai, dan diberkahi Allah SWT,” tutur beliau dalam sambutannya yang disambut dengan takbir dan tepuk tangan hadirin.


Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Komite MI Watuagung, Bapak Muniri, yang mengapresiasi sinergi antara lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat dalam memperingati momentum nasional yang sarat nilai religius dan kebangsaan ini.

“Hari Santri adalah momentum untuk meneguhkan kembali peran pendidikan Islam dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan cinta tanah air. Mari kita rawat kebersamaan ini agar MI Watuagung dan lembaga di bawah naungan Miftahul Huda semakin maju dan barokah,” ungkap beliau penuh semangat.

Acara dilanjutkan dengan istighotsah dan dzikir kebangsaan yang dipimpin oleh Ustadz Murdiyanto, diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh peserta. Lantunan doa dan shalawat menggema di seluruh area madrasah, menciptakan suasana religius dan damai yang menggetarkan jiwa.

Puncak acara ditandai dengan Doa Kebangsaan yang dipimpin secara bergantian oleh KH. Suratman, Kyai Muniri, dan KH. Muyani. Dalam doa bersama itu, para jamaah memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia senantiasa diberi kedamaian, kekuatan, serta dijauhkan dari segala bala dan perpecahan.


Malam Doa Kebangsaan ini menjadi simbol kebersamaan antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan para ulama dalam menguatkan nilai keislaman dan kebangsaan. Tidak hanya sebagai bentuk peringatan Hari Santri, tetapi juga sebagai manifestasi cinta tanah air dan komitmen menjaga warisan perjuangan para kiai dan santri yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan dan kejayaan Indonesia.

Dengan berakhirnya acara, seluruh peserta meninggalkan tempat dengan hati yang tenang dan penuh harapan, membawa semangat baru untuk terus menghidupkan nilai-nilai santri dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga semangat Hari Santri ini menumbuhkan generasi yang kuat dalam iman, luas dalam ilmu, dan teguh dalam menjaga bangsa,” ujar Ustadz Murdiyanto di akhir acara.


------
Penulis: Tim Redaksi MI Watuagung
Dokumentasi: Humas MI Watuagung Watulimo

Share:

Jumat, Oktober 03, 2025

Keluarga Besar MI Watuagung dan RA Miftahul Huda Gelar Rutinan Istighotsah Jumat Pagi


Watuagung, 03 Oktober 2025Suasana penuh khidmat menyelimuti halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek pada Jum’at pagi (03/10). Seluruh siswa MI Watuagung bersama siswa RA Miftahul Huda Watuagung melaksanakan kegiatan rutinan Istighotsah Jumat Pagi, sebuah tradisi spiritual yang telah menjadi agenda tetap madrasah dalam membentuk karakter religius peserta didik.

Kegiatan istighotsah ini dipimpin langsung oleh Bapak Mustarom, S.Pd.I, selaku Kepala MI Watuagung, dengan bacaan istighotsah, tahlil, serta doa bersama yang dipanjatkan penuh kekhusyukan. Seluruh siswa duduk tertib, mengikuti rangkaian doa yang dipandu, sembari melantunkan ayat-ayat dan wirid dengan suara yang lantang namun khidmat.

Dalam sambutannya, Bapak Mustarom, S.Pd.I menyampaikan bahwa istighotsah bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya nyata menanamkan nilai keimanan, kecintaan kepada Allah SWT, serta membentuk jiwa religius sejak dini. “Dengan kegiatan istighotsah ini, kita berharap anak-anak terbiasa dekat dengan Al-Qur’an, dzikir, dan doa. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat iman, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.


Tidak hanya siswa, guru dan tenaga kependidikan dari MI maupun RA turut larut dalam kekhusyukan istighotsah. Kolaborasi antara kedua lembaga ini menegaskan pentingnya sinergi pendidikan Islam sejak usia dini hingga sekolah dasar dalam mencetak generasi yang berkarakter Islami.

Kegiatan rutinan ini ditutup dengan doa bersama agar seluruh warga madrasah senantiasa diberi kesehatan, keberkahan ilmu, serta perlindungan dari Allah SWT. Suasana penuh kedamaian dan spiritualitas tampak menyelimuti seluruh peserta, meninggalkan kesan mendalam bagi siswa maupun guru yang hadir.

Dengan adanya istighotsah setiap Jumat pagi, MI Watuagung bersama RA Miftahul Huda tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menekankan pembinaan spiritual dan pembentukan karakter, selaras dengan visi madrasah dalam mencetak generasi cerdas, berakhlak mulia, dan berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah. (My-ATS)

Share:

Senin, September 01, 2025

Doa Bersama untuk Keselamatan dan Keamanan Bangsa: PAUD, RA Miftahul Huda, dan MI Watuagung Gelar Istighotsah


Watuagung, Watulimo — Senin (01/09/2025)
Keluarga besar PAUD, RA Miftahul Huda, dan MI Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek menyelenggarakan kegiatan doa bersama untuk keselamatan dan keamanan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Acara yang penuh khidmat ini berlangsung di Mushola Hidayatul Musthofa (Mushola MI Watuagung) dengan mengamalkan bacaan Istighotsah, dipimpin langsung oleh Bapak Mustarom, S.Pd.I selaku Kepala MI Watuagung.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini diikuti oleh seluruh siswa PAUD, RA Miftahul Huda, serta siswa MI Watuagung bersama bapak dan ibu guru dari ketiga lembaga pendidikan tersebut. Suasana kekhusyukan terpancar dari wajah para peserta yang duduk rapi, mengikuti bacaan istighotsah dengan penuh penghayatan.

Dalam sambutannya, Bapak Mustarom, S.Pd.I menyampaikan pentingnya menanamkan nilai cinta tanah air dan kepedulian terhadap bangsa sejak dini melalui doa dan ikhtiar bersama.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Melalui doa bersama ini, kita berharap Allah SWT senantiasa memberikan keselamatan, keamanan, dan keberkahan bagi bangsa Indonesia. Di samping belajar ilmu pengetahuan, anak-anak juga harus dididik untuk memiliki rasa cinta tanah air, iman yang kuat, serta akhlak mulia. Dengan demikian, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang siap menjaga dan membangun NKRI di masa depan,” ungkapnya.


Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan doa bersama ini menjadi wujud nyata kepedulian lembaga pendidikan dalam mendukung stabilitas dan persatuan bangsa.

Acara doa bersama ini tidak hanya menjadi sarana spiritual, namun juga pendidikan karakter bagi para siswa. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak diajarkan bahwa menjaga bangsa tidak hanya dilakukan dengan perjuangan fisik, tetapi juga dengan doa, kebersamaan, dan semangat persatuan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa keselamatan bangsa secara bersama-sama yang dipimpin oleh Bapak Mustarom, diikuti dengan lantunan sholawat yang menambah kekhusyukan suasana.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memperkuat keimanan, menumbuhkan rasa nasionalisme, dan mempererat ukhuwah di lingkungan PAUD, RA Miftahul Huda, serta MI Watuagung demi terciptanya generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.



Kontributor : Myanto.ID
Fotografer : Anik TS
Share:

Minggu, Agustus 17, 2025

Doa Kebangsaan di MI Watuagung: Menyatukan Nasionalisme dan Spiritualitas untuk Indonesia Tercinta


Watuagung – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, keluarga besar PAUD, RA Miftahul Huda, dan MI Watuagung bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Watuagung menyelenggarakan Doa Kebangsaan pada Sabtu (16/8/2025). Kegiatan yang dipusatkan di halaman MI Watuagung, Dusun Suwur, Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo ini berlangsung penuh khidmat dengan melibatkan ratusan hadirin dari berbagai unsur masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini para santri, wali santri, dewan asatidz dan asatidzat, pengurus ranting NU, serta takmir masjid dan mushola setempat. Suasana nasionalisme berpadu dengan nuansa religius ketika seluruh jamaah larut dalam lantunan istighotsah, memanjatkan doa agar bangsa Indonesia senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT.

Kepala MI Watuagung, Bapak Mustarom, S.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa Doa Kebangsaan merupakan wujud nyata kecintaan warga madrasah terhadap tanah air.

“Hari kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga bagaimana kita menanamkan semangat nasionalisme kepada anak-anak didik sejak dini. Doa kebangsaan ini menjadi sarana untuk menyatukan hati kita agar bangsa Indonesia senantiasa diberi kekuatan, kedamaian, dan persatuan,” ungkap beliau.

Acara kemudian dilanjutkan dengan istighotsah yang dipimpin oleh Bapak Murdiyanto, Wakil Sekretaris MWC NU Watulimo. Suasana semakin syahdu ketika doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan arwah para pahlawan. Dalam tausiyah singkatnya, beliau menekankan pentingnya peran spiritualitas dalam menjaga keberlangsungan kemerdekaan.

“Kemerdekaan bangsa Indonesia diraih dengan perjuangan dan doa yang tak henti-henti dari para pejuang dan ulama. Maka sudah sepatutnya kita, generasi penerus, menjaga dan mengisi kemerdekaan itu dengan semangat ukhuwah, pengabdian, dan doa yang tulus,” tutur Murdiyanto.


Puncak acara ditutup dengan doa penutup oleh KH. Muyani, Wakil Rais Syuriyah NU Ranting Watuagung. Dengan penuh kekhusyukan, beliau memanjatkan doa agar bangsa Indonesia selalu dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari segala bencana, serta dianugerahi pemimpin yang amanah dan rakyat yang rukun dalam bingkai persatuan.

Bagi MI Watuagung, kegiatan ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga menjadi ruang silaturahim yang mempererat hubungan antara madrasah, wali murid, masyarakat, dan pengurus NU. Kehangatan kebersamaan terlihat dari antusiasme para santri, rasa syukur para orang tua, serta semangat kebangsaan para tokoh agama yang hadir.

Bagi masyarakat Desa Watuagung, Doa Kebangsaan ini menjadi simbol bahwa nasionalisme dan religiusitas tidak dapat dipisahkan. Semangat cinta tanah air harus berjalan beriringan dengan ketaatan kepada Allah SWT, sebagaimana ajaran para ulama NU yang menekankan prinsip hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman).



Oleh : Tim Media MI Watuagung
.
Share:

Terjemahkan

Arsip Digital Online

Mars LP Ma'arif NU