NPSN : 60714452 | NSM : 111235030055 | IJOB NO. : MIS/03.0055/2017 | AKTE NOTARIS : NO. 4, MUNYATI SULLAM, S.H., M.H. | Pengesahan Akta Notaris : AHU-119.AH.01.08.TAHUN 2013 / 26 JUNI 2013 | Tanggal Pendirian : 01 JANUARI 1965
Tampilkan postingan dengan label ANBK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANBK. Tampilkan semua postingan

Rabu, September 24, 2025

MI Watuagung Gelar ANBK 2025, Tingkatkan Literasi, Numerasi, dan Kualitas Lingkungan Belajar


Watuagung, WatulimoMadrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung kembali melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025 pada Rabu-Kamis, 24–25 September 2025. Kegiatan ini diikuti khusus oleh siswa-siswi kelas V (lima) yang telah dipilih sebagai peserta asesmen sesuai ketentuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Pelaksanaan ANBK 2025 di MI Watuagung berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat. Para siswa mengikuti asesmen menggunakan perangkat komputer (laptop) yang telah disiapkan madrasah dengan dukungan fasilitas jaringan internet yang memadai.

ANBK bukanlah ujian untuk mengukur kelulusan siswa, melainkan instrumen penting dalam memetakan mutu pendidikan. Tiga fokus utama dalam asesmen ini adalah:

  1. Literasi Membaca, untuk mengetahui sejauh mana siswa mampu memahami, menafsirkan, dan menggunakan informasi dari berbagai jenis teks bacaan.

  2. Numerasi, yang mengukur kemampuan siswa dalam bernalar menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

  3. Survei Lingkungan Belajar, yang menggali informasi mengenai kondisi lingkungan belajar, termasuk iklim sekolah, kenyamanan siswa, serta dukungan guru dalam proses pembelajaran.

Melalui ANBK, madrasah memperoleh gambaran objektif mengenai kualitas pembelajaran dan kondisi lingkungan belajar. Data hasil asesmen menjadi dasar bagi satuan pendidikan untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar, memperbaiki metode pembelajaran, serta merancang strategi pendidikan yang lebih tepat sasaran.


Bagi siswa, ANBK bermanfaat untuk melatih keterampilan berpikir kritis, pemahaman bacaan, serta pemecahan masalah kontekstual. Sementara itu, bagi guru dan lembaga pendidikan, hasil asesmen membantu dalam mengevaluasi efektivitas pembelajaran yang telah dilakukan, sekaligus menjadi acuan untuk meningkatkan capaian kompetensi siswa.

Kepala MI Watuagung, bapak Mustarom, S.Pd.I. menyampaikan bahwa pihak madrasah berkomitmen penuh untuk menyukseskan ANBK 2025. "ANBK ini bukan sekadar asesmen, tetapi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di MI Watuagung. Dengan memahami hasil asesmen, kami bisa merancang langkah-langkah strategis agar mutu pendidikan semakin baik," ungkapnya.

Dengan terselenggaranya ANBK 2025, MI Watuagung berharap dapat berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang literat, numerat, serta tumbuh dalam lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan berkualitas. (MY-ATS)

Share:

Rabu, September 10, 2025

MI Watuagung Gelar Simulasi ANBK 2025, Siapkan Siswa Hadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer


Watuagung, Watulimo – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, menggelar simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun 2025 pada Rabu-Kamis, 10–11 September 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 5 dengan menggunakan laptop secara online di ruangan yang sudah disediakan sesuai dengan juknis yang ada.

Simulasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada siswa mengenai teknis pelaksanaan ANBK, sekaligus melatih kesiapan mereka dalam menjawab soal-soal berbasis komputer. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari login ke sistem hingga menyelesaikan soal simulasi sesuai waktu yang ditentukan.

Sebagaimana diketahui, ANBK jenjang MI tahun 2025 dilaksanakan secara nasional dalam dua tahap pada bulan September 2025, yakni:

  • Tahap I: 22–25 September 2025
  • Tahap II: 29 September–2 Oktober 2025


Pelaksanaan ANBK bertujuan untuk memetakan mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan, bukan untuk mengukur capaian individu siswa. Instrumen yang digunakan meliputi literasi membaca, numerasi, survei karakter, serta survei lingkungan belajar.

Kepala MI Watuagung menyampaikan bahwa simulasi ini sangat penting agar siswa tidak canggung ketika menghadapi ANBK sebenarnya. “Dengan adanya simulasi, anak-anak bisa terbiasa menggunakan laptop dalam menjawab soal, sehingga saat pelaksanaan resmi nanti mereka lebih percaya diri,” ujarnya.

Selain itu, pihak madrasah juga menekankan pentingnya kerjasama orang tua, guru, serta seluruh warga sekolah untuk mendukung kelancaran ANBK 2025. Dengan persiapan yang matang, diharapkan MI Watuagung dapat memberikan hasil terbaik, sekaligus berkontribusi dalam pemetaan mutu pendidikan di Indonesia.


Kontributor : Myanto-ID
Fotografer : Lia Ernawati
.
Share:

Terjemahkan

Arsip Digital Online

Mars LP Ma'arif NU