NPSN : 60714452 | NSM : 111235030055 | IJOB NO. : MIS/03.0055/2017 | AKTE NOTARIS : NO. 4, MUNYATI SULLAM, S.H., M.H. | Pengesahan Akta Notaris : AHU-119.AH.01.08.TAHUN 2013 / 26 JUNI 2013 | Tanggal Pendirian : 01 JANUARI 1965
Tampilkan postingan dengan label Eko Purwanto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eko Purwanto. Tampilkan semua postingan

Selasa, Oktober 07, 2025

Serunya Belajar IPS Kelas 6: Mengenal dan Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila Bersama Pak Eko Purwanto


Watuagung - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di MI Watuagung pada Selasa (07/10/2025) berlangsung penuh semangat, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VI yang diampu oleh Bapak Eko Purwanto, S.Pd. Materi pembelajaran kali ini membahas tentang “Pengamalan Sila-Sila dalam Pancasila” dengan menggunakan metode Tanya Jawab, yang membuat suasana kelas menjadi hidup, komunikatif, dan menyenangkan.

Dalam pembelajaran tersebut, Pak Eko mengajak para siswa untuk memahami makna dan contoh nyata dari setiap sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menjelaskan bahwa Pancasila tidak hanya sekadar hafalan, tetapi pedoman dalam bersikap dan bertindak di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.


Berikut kutipan materi pelajaran yang disampaikan:

“Setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai luhur yang harus diamalkan oleh seluruh warga negara Indonesia.

  • Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa, berarti kita wajib beriman dan bertakwa kepada Tuhan, serta menghormati perbedaan agama.

  • Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menuntun kita agar saling menghargai dan menolong sesama.

  • Sila Ketiga: Persatuan Indonesia, mengajarkan pentingnya cinta tanah air dan menjaga persatuan bangsa.

  • Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengajarkan untuk bermusyawarah dalam mengambil keputusan bersama.

  • Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengingatkan kita untuk bersikap adil dan menghargai hak orang lain.”

Melalui metode tanya jawab, siswa-siswi terlihat aktif menjawab dan memberi contoh penerapan sila-sila tersebut dalam kehidupan nyata, seperti gotong royong di lingkungan sekolah, menghormati guru, berdoa sebelum belajar, hingga berbagi dengan teman yang membutuhkan.


Menurut Pak Eko, metode tanya jawab dipilih karena dapat melatih keaktifan berpikir siswa sekaligus memperkuat pemahaman konsep secara langsung.

“Dengan cara ini, anak-anak tidak hanya tahu makna Pancasila, tetapi juga bisa merasakan bagaimana menerapkannya dalam keseharian,” tutur beliau.

Salah satu siswa, Nabila, mengaku senang dengan pembelajaran hari ini karena bisa langsung berdiskusi dan memberikan pendapatnya.

“Belajar IPS jadi seru, soalnya bisa tanya langsung ke Pak Eko dan saling tukar pendapat sama teman-teman,” ujarnya dengan antusias.

Kegiatan belajar ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan nilai-nilai Pancasila dapat ditanamkan secara menyenangkan dan kontekstual. Melalui pembelajaran IPS seperti ini, siswa MI Watuagung diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa Pancasila sejati.


--------------
🖋️ Penulis: Tim Redaksi MI Watuagung
📸 Dokumentasi: Kelas VI MI Watuagung
Share:

Senin, September 29, 2025

Siswa Kelas 6 MI Watuagung Antusias Belajar Pecahan Bersama Bapak Eko Purwanto


Watuagung – Senin, 29 September 2025, suasana ruang kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek tampak hidup dan penuh semangat. Pada pagi hari tersebut, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan dengan materi Matematika yang membahas tentang Pecahan. Guru pengampu, bapak Eko Purwanto, S.Pd., tampil sebagai fasilitator utama dalam memberikan pemahaman kepada para siswa.

Dalam penyampaian materinya, bapak Eko menjelaskan bahwa pecahan merupakan bagian dari keseluruhan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. “Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari suatu keseluruhan. Contohnya, jika sebuah kue dibagi menjadi 4 bagian yang sama, maka satu potong kue itu dapat ditulis sebagai ¼,” ujar beliau di hadapan siswa.

Penjelasan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai jenis pecahan, seperti pecahan biasa, pecahan campuran, dan pecahan desimal. Bapak Eko juga memberikan latihan soal sederhana agar siswa dapat langsung mengaplikasikan konsep yang baru dipelajari. Salah satu contoh soal yang diberikan adalah: “Sebuah kebun dibagi menjadi 8 petak. Jika 3 petak ditanami jagung, maka berapa pecahan bagian kebun yang ditanami jagung?”

Siswa tampak antusias menjawab soal tersebut. Dengan bimbingan guru, mereka menyimpulkan bahwa bagian kebun yang ditanami jagung ditulis sebagai ³/₈. Metode pembelajaran interaktif yang digunakan membuat siswa lebih mudah memahami konsep pecahan sekaligus melihat keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari.


Bapak Eko menekankan pentingnya menguasai materi pecahan karena menjadi dasar untuk memahami operasi hitung lanjut, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan. “Jika anak-anak mampu memahami pecahan dengan baik, maka langkah untuk mempelajari materi berikutnya akan lebih mudah,” tambahnya.

Kegiatan pembelajaran berlangsung dengan penuh semangat. Para siswa terlihat aktif bertanya dan berdiskusi, bahkan beberapa siswa mencoba memberikan contoh sendiri dari pengalaman mereka, seperti membagi buah, kue, maupun waktu belajar.

Dengan suasana kelas yang kondusif, KBM Matematika di kelas 6 MI Watuagung pada hari ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan keterampilan berpikir logis dan aplikatif kepada siswa. Hal ini sejalan dengan tujuan madrasah untuk membentuk generasi yang cerdas, unggul dalam prestasi, dan mampu menerapkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. (My-ATS)

Share:

Terjemahkan

Arsip Digital Online

Mars LP Ma'arif NU