NPSN : 60714452 | NSM : 111235030055 | IJOB NO. : MIS/03.0055/2017 | AKTE NOTARIS : NO. 4, MUNYATI SULLAM, S.H., M.H. | Pengesahan Akta Notaris : AHU-119.AH.01.08.TAHUN 2013 / 26 JUNI 2013 | Tanggal Pendirian : 01 JANUARI 1965
Tampilkan postingan dengan label Mustarom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mustarom. Tampilkan semua postingan

Senin, November 10, 2025

Semangat Kepahlawanan Menyala di Halaman MI Watuagung: “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”


Watuagung Dalam suasana penuh khidmat dan semangat kebangsaan, keluarga besar PAUD, RA Miftahul Huda, dan MI Watuagung melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025 di halaman MI Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, pada Senin, 10 November 2025.

Kegiatan ini bertepatan dengan agenda rutin Upacara Bendera setiap hari Senin, namun kali ini terasa lebih istimewa karena dilaksanakan untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Seluruh siswa dari tiga lembaga—mulai dari jenjang PAUD, RA Miftahul Huda, hingga MI Watuagung—turut mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat, bersama seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan. Bapak Mustarom, S.Pd.I, selaku Kepala MI Watuagung, bertindak sebagai Pembina Upacara.

Dalam amanatnya, Bapak Mustarom, S.Pd.I menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya meneladani semangat juang para pahlawan. Ia mengingatkan bahwa generasi muda saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk meneruskan perjuangan dengan cara yang berbeda—melalui belajar dengan sungguh-sungguh, berakhlak mulia, dan berkontribusi bagi bangsa.

“Anak-anakku yang saya banggakan, para pahlawan dahulu berjuang dengan mengorbankan jiwa dan raga. Tugas kita hari ini bukan lagi mengangkat senjata, tetapi berjuang dengan ilmu, semangat belajar, dan berbuat baik kepada sesama. Jadilah pahlawan di lingkungan sekolah, di rumah, dan di masyarakat dengan menunjukkan teladan yang baik dan prestasi yang membanggakan,” tutur beliau.

Lebih lanjut, beliau menegaskan makna dari tema Peringatan Hari Pahlawan 2025, yakni “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”.

“Tema ini mengajak kita semua untuk tidak berhenti pada mengenang jasa pahlawan, tetapi meneladani sikap pantang menyerah, gotong royong, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus terus bergerak, berjuang dalam kebaikan, serta menjaga semangat nasionalisme di tengah tantangan zaman,” tambahnya.


Upacara berlangsung dengan tertib dan lancar, diiringi lagu-lagu perjuangan yang menggugah semangat nasionalisme peserta.

Dikonfirmasi terpisah, usai pelaksanaan upacara, Ibu Fatonah, S.Pd.I, selaku Kepala RA Miftahul Huda, turut memberikan sambutan dan refleksi singkat tentang pentingnya menanamkan nilai-nilai kepahlawanan sejak usia dini.

“Anak-anak usia RA dan PAUD memang masih kecil, namun di usia inilah pondasi karakter dan semangat nasionalisme mulai dibentuk. Kami berharap, melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dapat belajar menghormati jasa pahlawan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan peserta didik yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan dewan guru yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan upacara ini. Semoga semangat kepahlawanan hari ini menjadi inspirasi untuk terus menumbuhkan karakter baik, disiplin, dan tanggung jawab pada diri anak-anak kita,” pungkasnya.

Peringatan Hari Pahlawan di MI Watuagung tahun ini tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi ajang pembentukan karakter, nasionalisme, dan semangat juang bagi peserta didik di era modern.

Dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan antar lembaga di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU, kegiatan ini diharapkan dapat memupuk nilai-nilai perjuangan, tanggung jawab, dan gotong royong di kalangan peserta didik, guru, serta masyarakat sekolah. (My-ATS)

Share:

Selasa, Oktober 28, 2025

Semangat Pemuda Berkobar di MI Watuagung: Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025


Watuagung – Selasa, 28 Oktober 2025, halaman MI Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek dipenuhi semangat kebangsaan. Seluruh keluarga besar MI Watuagung bersama PAUD dan RA Miftahul Huda Watuagung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 dengan penuh khidmat dan antusias.

Upacara yang diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, serta tenaga kependidikan dari ketiga lembaga tersebut berlangsung tertib dan penuh makna. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Bapak Mustarom, S.Pd.I, selaku Kepala MI Watuagung, menyampaikan Sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang berisi pesan penting tentang semangat persatuan dan peran generasi muda dalam membangun bangsa.

Dalam sambutannya, Bapak Mustarom menyampaikan kutipan dari amanat Menpora:

“Pada Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 dengan tema ‘Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu’, kita diingatkan kembali pada semangat para pemuda 1928 yang tidak banyak bicara, tetapi berani bersumpah dan menepatinya dengan darah dan nyawa. Kini perjuangan kita berbeda — bukan dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Indonesia harus tetap berdiri tegak, dan para pemuda harus menjadi penentu sejarah berikutnya.”


Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh siswa untuk meneladani semangat para pemuda pelopor Sumpah Pemuda dengan menunjukkan karakter jujur, tangguh, disiplin, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari. “Kita butuh pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati, yang mencintai tanah air melalui tindakan nyata,” tegasnya.

Upacara berjalan dengan penuh kekhidmatan diiringi lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan dengan lantang oleh peserta upacara. Para guru dan siswa tampak bersemangat mengenakan atribut merah putih sebagai simbol nasionalisme dan kebanggaan terhadap bangsa Indonesia.

Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan bangsa, serta semangat baru bagi seluruh peserta didik untuk terus berprestasi dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Dengan terselenggaranya upacara ini, keluarga besar MI Watuagung berharap semangat “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” benar-benar tertanam di hati setiap peserta didik sebagai penerus bangsa yang siap menjaga dan mengharumkan nama Indonesia di masa depan.

Salam Pemuda! Indonesia Bersatu, Indonesia Maju!

Share:

Senin, Oktober 27, 2025

Tumbuhkan Disiplin dan Cinta Tanah Air, MI Watuagung Gelar Upacara Bendera Bersama PAUD dan RA Miftahul Huda


Watuagung, 27 Oktober 2025 – Suasana penuh khidmat tampak di halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung saat pelaksanaan Upacara Bendera rutin yang digelar bersama PAUD dan RA Miftahul Huda Watuagung. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa dan dewan guru dari ketiga lembaga tersebut berlangsung dengan tertib, semangat, dan penuh nilai kebangsaan.

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Bapak Mustarom, S.Pd.I, selaku Kepala MI Watuagung, sementara petugas upacara dipercayakan kepada siswa-siswi MI Watuagung yang tampil disiplin dan percaya diri. Hadir pula Kepala RA Miftahul Huda, Ibu Fatonah, S.Pd.I, bersama seluruh dewan guru RA yang turut mendampingi peserta didik mengikuti kegiatan hingga selesai.

Dalam amanatnya, Bapak Mustarom, S.Pd.I menegaskan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan, dan tanggung jawab sejak dini.

“Upacara bendera bukan sekadar kegiatan rutin setiap hari Senin, tetapi merupakan bagian dari pembentukan karakter. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar menghargai jasa para pahlawan, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta membiasakan diri untuk disiplin dan menghormati simbol-simbol negara,” tutur beliau dengan semangat.


Beliau juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus terjalin di lingkungan lembaga PAUD dan RA Miftahul Huda Watuagung.

“Kebersamaan antara PAUD, RA, dan MI adalah kekuatan besar dalam mendidik generasi muda yang Islami, berakhlak mulia, serta memiliki semangat kebangsaan yang tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ibu Fatonah, S.Pd.I, Kepala RA Miftahul Huda, dalam sambutannya secara terpisah menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kesempatan dapat bergabung dalam kegiatan bersama ini.

“Anak-anak usia dini perlu dikenalkan dengan makna bendera merah putih, lagu kebangsaan, dan sikap hormat kepada simbol negara. Dari kegiatan kecil seperti ini, akan tumbuh rasa bangga sebagai anak Indonesia yang cinta tanah air dan taat kepada guru serta orang tua,” ungkapnya penuh haru.

Kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat hingga diakhiri dengan pembacaan doa bersama. Suasana kebersamaan dan kekompakan antar-lembaga terasa begitu erat, mencerminkan semangat satu visi dalam mendidik generasi bangsa.


Upacara bendera yang dilaksanakan secara rutin bukan hanya menjadi simbol penghormatan terhadap bangsa dan negara, tetapi juga sarana internalisasi nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, religius, dan gotong royong. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, peserta didik dari usia PAUD hingga MI dibimbing untuk menjadi profil pelajar Pancasila dan santri yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Kegiatan ini meneguhkan komitmen MI Watuagung dan seluruh lembaga di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkarakter, berjiwa kebangsaan, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. (MY-ATS)

Share:

Kamis, Oktober 16, 2025

Pembinaan dan Pendampingan PKG dan PKKM oleh Pengawas Madrasah Watulimo di MI Watuagung: Wujud Profesionalisme dan Komitmen Meningkatkan Mutu Pendidikan


Watuagung – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme pendidik serta kepala madrasah, Pengawas Madrasah Kecamatan Watulimo, Ibu Siti Maisukhoh, S.Pd.I.,M.Pd.I., melaksanakan kegiatan Pembinaan dan Pendampingan Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) bertempat di MI Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala MI Watuagung, Bapak Mustarom, S.Pd.I., beserta seluruh dewan guru MI Watuagung, serta turut hadir Kepala MI Muhammadiyah Watuagung, Bapak Eko, bersama seluruh dewan guru MI Muhammadiyah Watuagung. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat, antusias, dan kekeluargaan, mencerminkan tekad bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah di wilayah Watulimo.

Dalam arahannya, Ibu Siti Maisukhoh menyampaikan bahwa pelaksanaan PKG dan PKKM bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi merupakan upaya evaluasi dan refleksi diri bagi para guru dan kepala madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan manajemen madrasah.

“PKG dan PKKM ini adalah bagian penting dari upaya menjaga mutu dan profesionalisme pendidik. Guru dan kepala madrasah perlu melihat kegiatan ini sebagai momentum untuk introspeksi dan memperbaiki kinerja agar semakin efektif dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” ujar Ibu Siti Maisukhoh dalam sambutannya.


Beliau juga menekankan pentingnya keikhlasan dan dedikasi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik di lingkungan madrasah. Menurutnya, seorang guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik dengan hati dan keteladanan.

“Madrasah adalah lembaga yang bukan hanya mencetak siswa yang cerdas, tapi juga berakhlak. Maka guru harus menjadi teladan dalam setiap tindakan dan tutur kata,” tambahnya dengan penuh motivasi.

Sementara itu, Kepala MI Watuagung, Bapak Mustarom, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Pengawas Madrasah atas bimbingan dan pendampingannya.

“Kami sangat berterima kasih atas arahan dan pembinaan dari Ibu Pengawas. Kegiatan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berbenah dan memperbaiki kualitas kinerja guru serta manajemen madrasah,” ungkap Bapak Mustarom.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu guru-guru memahami standar kompetensi, indikator penilaian, serta langkah-langkah konkret dalam meningkatkan hasil pembelajaran.

Hal senada disampaikan oleh Kepala MI Muhammadiyah Watuagung, Bapak Eko, yang turut hadir bersama jajarannya.

“Kami merasa senang bisa bergabung dalam kegiatan ini. Selain memperdalam pemahaman tentang PKG dan PKKM, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antar madrasah di wilayah Watulimo,” tutur Bapak Eko dengan penuh semangat.


Selama kegiatan berlangsung, para guru tampak aktif berdiskusi, menanyakan hal-hal teknis seputar instrumen penilaian, serta berbagi pengalaman dalam mengelola pembelajaran dan administrasi guru. Ibu Siti Maisukhoh memberikan pendampingan langsung dalam menyusun dan menilai dokumen PKG maupun PKKM, serta memberikan contoh dan simulasi praktis agar mudah dipahami.

Kegiatan diakhiri dengan doa dan foto bersama seluruh peserta, sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Kecamatan Watulimo.

Kegiatan Pembinaan dan Pendampingan PKG & PKKM di MI Watuagung ini menjadi momentum penting bagi para guru dan kepala madrasah untuk semakin profesional, inovatif, dan inspiratif dalam menjalankan tugasnya. Dengan bimbingan pengawas yang penuh perhatian dan dukungan antar madrasah, diharapkan kualitas pendidikan madrasah di Kecamatan Watulimo semakin maju dan berdaya saing.


-----------
📸 Dokumentasi: Tim Media MI Watuagung
🖋️ Penulis: Tim Publikasi MI Watuagung
📅 Tanggal: 16 Oktober 2025

Share:

Rabu, Oktober 15, 2025

Ziarah Masyayikh dan Tokoh NU: LP Ma’arif NU Watulimo Teladani Perjuangan Ulama Menyambut Hari Santri 2025


Dalam rangka menyambut dan memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025, Majelis Wakil Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (MWC LP. Ma’arif NU) Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek melaksanakan kegiatan Ziarah Masyayikh dan Tokoh NU, pada Rabu, 15 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian peringatan HSN, sebagai wujud penghormatan dan rasa terima kasih kepada para ulama, pendiri, serta pejuang Nahdlatul Ulama yang telah berkontribusi besar terhadap dakwah Islam dan pendidikan di wilayah Watulimo.

Ziarah diikuti oleh pengurus MWC LP. Ma’arif NU Watulimo, para Kepala Madrasah anggota Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K3MI) Ma’arif NU Watulimo, serta perwakilan dari SMA Islam Watulimo. Kegiatan ini dipimpin oleh Ustadz Khoirudin, S.Pd.I (Kepala MI Pakel) dan Ustadz Syamsul Huda, S.Pd.I (Guru MI Karanggandu) yang bertindak sebagai pembimbing doa dan pengarah perjalanan ziarah.

Adapun rute ziarah dimulai dari makam/maqbarah Eyang Sorengpati di Sambu/Klowongan — tokoh yang dikenal sebagai babat alas wilayah Watulimo — dilanjutkan ke makam almarhum K.H. Imam Musaji di Watulimo, yang merupakan mantan Ketua MWC NU sekaligus Ketua LP. Ma’arif NU Watulimo. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke makam Mbah Nuraddin di Thukul Gemaharjo (tokoh penyebar Islam di wilayah Gemaharjo), makam K.H. Abu Syamsuddin di Prigi (mantan Rais Syuriyah MWC NU Watulimo), makam Tumenggung Alap-alap di Jurangmangu–Prigi, dan diakhiri di maqbarah Pondok Pesantren Darul Muttaqin Karanggandu.

Dari MI Watuagung, hadir secara langsung Bapak Mustarom, S.Pd.I selaku Kepala Madrasah, yang turut serta bersama rombongan ziarah dari awal hingga akhir kegiatan. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan historis bagi para pendidik di lingkungan LP. Ma’arif NU.

“Ziarah ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin. Kita menelusuri jejak perjuangan para ulama yang telah menanamkan dasar keislaman, keilmuan, dan ke-NU-an di bumi Watulimo,” ujar Mustarom dengan penuh takzim.


Suasana menjadi semakin khidmat ketika rombongan tiba di maqbarah K.H. Imam Musaji, di mana beberapa siswa MI Plus Watulimo turut bergabung mengikuti kegiatan doa bersama. Hal ini menjadi momen bersejarah sekaligus penuh makna, mengingat almarhum K.H. Imam Musaji semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Kepala MI Plus Watulimo, sehingga kehadiran para siswa menjadi bentuk penghormatan kepada sosok guru dan ulama yang pernah membimbing mereka secara langsung maupun tidak langsung.

Kegiatan ziarah ini berlangsung dengan tertib, penuh kekhusyukan, dan diselimuti suasana kebersamaan. Di setiap makam yang dikunjungi, rombongan bersama-sama membacakan tahlil dan doa sebagai bentuk penghormatan serta memohon keberkahan dari perjuangan para ulama terdahulu.

Bagi keluarga besar MI Watuagung, kegiatan ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya meneladani perjuangan para ulama dan guru-guru terdahulu, sekaligus memperkokoh semangat santri dalam menyambut Hari Santri Nasional tahun ini dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”

Dengan semangat hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman), kegiatan Ziarah Masyayikh dan Tokoh NU ini menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendahulu tidak boleh dilupakan, melainkan harus terus dilanjutkan oleh generasi penerus — para guru, santri, dan pelajar — yang siap menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara. (My)


Dokumentasi selengkapnya Klik DISINI

Share:

Senin, Oktober 13, 2025

Upacara Bendera Senin Pagi di MI Watuagung: Belajar Nilai Kehidupan dari “Matahari dan Bulan”


Watuagung, 13 Oktober 2025 — Seperti biasa, setiap hari Senin pagi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, melaksanakan kegiatan Upacara Bendera secara rutin di halaman madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa MI Watuagung, peserta didik dari PAUD dan RA Miftahul Huda, serta segenap dewan guru dan tenaga kependidikan.

Pada upacara kali ini, yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Bapak Mustarom, S.Pd.I, selaku Kepala MI Watuagung. Dalam amanatnya yang mengangkat tema “Matahari dan Bulan”, beliau menyampaikan pesan moral yang sangat bermakna bagi seluruh peserta upacara.

“Dari matahari dan bulan, kita bisa belajar dua hal penting. Pertama, jadilah seperti matahari yang selalu memberi manfaat tanpa pilih kasih. Kedua, jadilah seperti bulan, jangan pernah meremehkan kebaikan kecil, karena bisa memberi cahaya di tengah kegelapan,” ujar Bapak Mustarom dengan penuh semangat.

Lebih lanjut beliau mengaitkan pesan tersebut dengan sabda Rasulullah SAW:

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Ahmad).

Menurut beliau, nilai-nilai ini sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi para siswa yang sedang menempuh pendidikan. “Sebagai pelajar, mari kita belajar menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi teman, guru, dan lingkungan. Kecil atau besar kebaikan kita, semuanya memiliki arti,” tambahnya.


Kegiatan upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib. Petugas upacara dari siswa MI Watuagung menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab — mulai dari pengibaran bendera, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, hingga janji siswa.

Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan dapat menanamkan rasa nasionalisme, disiplin, dan karakter religius pada seluruh peserta didik. Selain itu, amanat pembina upacara yang sarat makna diharapkan mampu menginspirasi siswa untuk selalu menebarkan manfaat dan meneladani nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

MI Watuagung terus berkomitmen untuk menumbuhkan karakter cerdas, berakhlakul karimah, dan berjiwa sosial — sebagaimana pancaran cahaya matahari dan bulan yang terus memberi tanpa henti. (My-ATS)

Share:

Rabu, Oktober 08, 2025

Kepala MI se-Kecamatan Watulimo Ikuti Pertemuan Rutin KKM: Bahas Sosialisasi PKKM 2025 di MI GUPPI Al-Muslimun Gemaharjo


MI Watuagung NewsKelompok Kerja Madrasah (KKM) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kecamatan Watulimo kembali menggelar pertemuan rutin bulanan yang kali ini dilaksanakan di MI GUPPI Al-Muslimun Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Kegiatan yang berlangsung pada hari Rabu, 08 Oktober 2025 tersebut mengangkat tema “Sosialisasi Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2025” dan diikuti oleh seluruh Kepala MI se-Kecamatan Watulimo.

Pertemuan dibuka secara resmi oleh Bapak Supanut, M.Pd.I, selaku Ketua KKM MI Kecamatan Watulimo, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan KKM sebagai wadah koordinasi, pembinaan, dan peningkatan profesionalisme kepala madrasah.

“Pertemuan rutin seperti ini menjadi sarana yang sangat strategis untuk saling berbagi informasi, menyatukan langkah, serta memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan madrasah kita,” ujar Bapak Supanut dalam sambutannya.


Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan dan pengarahan oleh Ibu Siti Maisukhoh, M.Pd.I, selaku Pengawas Madrasah Kecamatan Watulimo. Dalam penyampaiannya, beliau menyoroti pentingnya optimalisasi berbagai program madrasah seperti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Survei Asesmen Siswa (SAS), Penilaian Kinerja Guru (PKG), serta Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM).

“Setiap kepala madrasah perlu memastikan seluruh kegiatan evaluasi dan asesmen berjalan sesuai ketentuan dan berbasis pada peningkatan mutu. PKKM bukan sekadar penilaian administratif, tetapi refleksi dari kinerja dan tanggung jawab kepala madrasah dalam mengelola lembaga pendidikan,” tutur beliau dengan penuh semangat.

Sesi pembinaan berikutnya disampaikan oleh Bapak H. Muh. Adib Musthofa, M.Pd.I, Pengawas Madrasah Kecamatan Watulimo, yang mengulas lebih mendalam tentang Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan PKKM. Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh kepala madrasah untuk memahami secara komprehensif instrumen penilaian serta menjadikannya sebagai alat evaluasi diri dan peningkatan mutu pembelajaran.

“Penilaian kinerja bukan untuk mencari kekurangan, melainkan untuk melihat sejauh mana peran guru dan kepala madrasah telah memenuhi standar profesionalisme pendidikan. Dari sanalah kita bisa melakukan pembenahan secara berkelanjutan,” jelasnya.


Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan diakhiri dengan sesi tanya jawab serta diskusi bersama seluruh peserta. Dari MI Watuagung, hadir Bapak Mustarom, S.Pd.I, selaku Kepala Madrasah, yang menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini karena memberikan banyak manfaat dalam peningkatan pemahaman terkait PKKM dan manajemen madrasah.

“Kegiatan seperti ini sangat membantu kami sebagai kepala madrasah untuk selalu update terhadap kebijakan terbaru dari Kementerian Agama, terutama dalam pelaksanaan PKKM dan PKG yang menjadi tolok ukur profesionalisme tenaga pendidik di madrasah,” ujar Bapak Mustarom.

Pertemuan KKM MI Kecamatan Watulimo tersebut diakhiri dengan penegasan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan tata kelola madrasah. Semangat kolaborasi dan sinergi antar kepala madrasah diharapkan mampu membawa kemajuan nyata bagi dunia pendidikan madrasah di Watulimo.


--------
Penulis: Tim Redaksi MI Watuagung
Sumber: Dokumentasi KKM MI Kecamatan Watulimo
Share:

MI Watuagung Ikuti Rapat Sosialisasi Semarak Festival Santri Ma’arif NU ke-5 dan Hari Santri Nasional 2025 secara Virtual


MI Watuagung News - Dalam rangka menyambut Semarak Festival Santri Ma’arif NU ke-5 sekaligus memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung turut serta dalam Rapat Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang LP. Ma’arif NU Kabupaten Trenggalek pada Rabu, 08 Oktober 2025 melalui Zoom Meeting.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dibuka oleh H. Ahmad Nahrowi, M.Pd.I selaku Sekretaris PC LP. Ma’arif NU Trenggalek. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ajang penting untuk memperkuat koordinasi dan semangat kebersamaan antar lembaga Ma’arif NU di seluruh Trenggalek.

“Festival Santri Ma’arif bukan hanya lomba, tetapi sarana untuk menumbuhkan karakter santri yang cinta agama, cinta tanah air, dan bangga menjadi bagian dari Ma’arif NU,” ujar H. Ahmad Nahrowi dalam sambutannya.

Sesi berikutnya diisi dengan prolog dan arahan utama oleh Dr. Mohib Asrori, S.Pd.I., M.Si, selaku Ketua PC LP. Ma’arif NU Trenggalek, yang memaparkan seluruh rangkaian kegiatan Festival Santri tahun ini.

“Kegiatan Semarak Festival Santri Ma’arif NU ke-5 akan diisi dengan berbagai lomba, antara lain Olimpiade Aswaja & Ke-NU-an, Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), Pawai Ta’aruf Santri PAUD Ma’arif Trenggalek, Lomba Kaligrafi, Festival Tahfidzil Qur’an Bil Qalam, serta Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek VII,” jelas Dr. Mohib Asrori.


Dalam kesempatan tersebut, MI Watuagung Kecamatan Watulimo turut hadir secara virtual di ruang rapat Zoom. Hadir mewakili madrasah, Bapak Mustarom, S.Pd.I selaku Kepala MI Watuagung, bersama Dewan Guru yang bertugas sebagai pelaksana dan pembina calon peserta Festival Santri serta LJS3T (Lomba Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek).

Menurut Bapak Mustarom, keikutsertaan MI Watuagung dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap program PC LP. Ma’arif NU Trenggalek dalam menumbuhkan semangat ke-NU-an di kalangan siswa.

“Kami siap berpartisipasi dan memberikan kontribusi terbaik. Festival ini menjadi sarana bagi siswa untuk menampilkan potensi, bakat, dan kecintaannya terhadap tradisi santri,” tutur beliau.

Sementara itu, Ibu Tutut (salah satu pembina Festival Tahfidzul Qur'an dan LJS3T) juga menambahkan bahwa siswa MI Watuagung telah mulai melakukan persiapan untuk mengikuti beberapa cabang lomba yang akan digelar, terutama pada kegiatan Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek dan Festival Tahfidzil Qur’an Bil Qalam.

“Kami ingin menanamkan nilai sejarah dan spiritualitas santri sejak dini. Anak-anak bukan hanya berkompetisi, tetapi juga belajar mengenal perjuangan para ulama dan tokoh NU,” ujar beliau penuh semangat.

Rapat virtual ini diikuti oleh jajaran Pengurus PC LP. Ma’arif NU Trenggalek, Ketua MWC LP. Ma’arif NU se-Kabupaten Trenggalek, panitia kabupatenKoordinator setiap bidang kegiatan, serta para kepala satuan pendidikan di bawah naungan Ma’arif NU, mulai dari tingkat TK/RA, MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA/SMK, hingga lembaga PAUD, KB, SPS, dan TPA.

Dengan adanya sosialisasi ini, MI Watuagung berkomitmen untuk mendukung penuh dan turut menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Semarak Festival Santri Ma’arif NU ke-5 serta Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025. Madrasah berharap kegiatan ini menjadi wadah pembentukan karakter santri yang unggul, berakhlak, dan mencintai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.


-----
📍 Reporter: Tim Redaksi MI Watuagung
📅 Rabu, 08 Oktober 2025
📸 Dokumentasi: MI Watuagung
Share:

Selasa, Oktober 07, 2025

MI Watuagung Siap Sukseskan Festival Tahfidz bil Qolam dan LJS3T 2025, Ikuti Rapat Koordinasi Bersama MWC LP. Ma’arif NU Watulimo


Misuwur NewsDalam rangka memantapkan persiapan menuju pelaksanaan Festival Tahfidz bil Qolam dan Lomba Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek (LJS3T) 2025, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung turut berpartisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pengurus MWC LP. Ma’arif NU Watulimo bersama Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K3MI) Ma’arif NU se-Kecamatan Watulimo, yang dilaksanakan pada Selasa, 07 Oktober 2025 di Sekretariat MWC LP. Ma’arif NU Watulimo, Jl. Raya Gendingan, Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MWC LP. Ma’arif NU Watulimo, Bapak Ahmad Kholik, M.Pd.I., dan dihadiri oleh para kepala madrasah ibtidaiyah di bawah binaan LP. Ma’arif NU. Dari MI Watuagung, hadir Bapak Mustarom, S.Pd.I, selaku Kepala Madrasah, yang menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh kegiatan besar tersebut.

Dalam sambutannya, Ahmad Kholik, M.Pd.I. menyampaikan pentingnya sinergi antar madrasah di Kecamatan Watulimo, mengingat wilayah ini ditunjuk sebagai tuan rumah Festival Tahfidz bil Qolam dan LJS3T 2025 yang diselenggarakan oleh PC LP. Ma’arif NU Kabupaten Trenggalek.

“Kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi merupakan bagian dari perjuangan kita dalam melestarikan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan sejarah peradaban santri. Maka, perlu kekompakan dari seluruh madrasah untuk menyukseskannya,” tutur beliau.

Menanggapi hal tersebut, Bapak Mustarom, S.Pd.I menyampaikan bahwa MI Watuagung siap berpartisipasi aktif, baik dalam penyediaan peserta maupun dukungan teknis pelaksanaan kegiatan.

“Kami dari MI Watuagung sangat mendukung penuh kegiatan ini. Selain menjadi ajang syiar keilmuan, kegiatan seperti Festival Tahfidz bil Qolam dan LJS3T juga menjadi wadah pembinaan karakter santri Ma’arif agar semakin cinta Al-Qur’an dan mengenal sejarah perjuangan para ulama,” ujar Mustarom.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa pihak madrasah akan menyiapkan peserta terbaik untuk mengikuti cabang lomba yang diadakan, sekaligus berperan aktif dalam kepanitiaan lokal di bawah koordinasi MWC LP. Ma’arif NU Watulimo.

“Watulimo harus tampil maksimal sebagai tuan rumah. Kami berharap melalui kegiatan ini akan tumbuh semangat baru di kalangan siswa madrasah dalam mencintai ilmu, sejarah, dan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah,” imbuhnya.


Rapat yang berlangsung penuh semangat tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan penting, di antaranya pembentukan (pemantapan) tim panitia lokal serta pembagian tupoksi, penentuan lokasi kegiatan, serta strategi publikasi dan promosi. Semua pihak berkomitmen untuk menjadikan acara tersebut sukses dan berkesan, sekaligus memperkuat eksistensi LP. Ma’arif NU sebagai lembaga pendidikan yang berakar pada tradisi dan berorientasi pada kemajuan.

Dengan semangat kebersamaan, MI Watuagung bersama madrasah-madrasah lainnya di bawah naungan LP. Ma’arif NU Watulimo siap menyongsong Bulan Santri Nasional 2025 dengan karya nyata dan kontribusi positif untuk dunia pendidikan dan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Kami optimis, dengan kebersamaan dan niat tulus berkhidmat, Kecamatan Watulimo dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengelola kegiatan pendidikan dan ke-NU-an. Semoga Allah memberi kemudahan dan keberkahan bagi setiap langkah perjuangan ini,” pungkas Bapak Mustarom, S.Pd.I.


------------
Kontributor : Tim Media MI Watuagung
Share:

Senin, Oktober 06, 2025

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kembali Hadir di MI Watuagung: Wujud Kepedulian SPPG Desa Watuagung terhadap Kesehatan Siswa


Watuagung — Senin, 06 Oktober 2025 menjadi hari yang istimewa bagi seluruh siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Pada hari tersebut, Dapur Umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Watuagung kembali melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi seluruh peserta didik. Program yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dan masyarakat desa dalam mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak-anak sekolah dasar di wilayahnya.

Sejak pagi, suasana di halaman madrasah tampak semarak dan penuh antusiasme. Para petugas SPPG bersama tim dapur umum sibuk menyiapkan hidangan bergizi yang terdiri atas nasi, lauk pauk, sayuran, buah, dan susu. Makanan disajikan dengan memperhatikan standar kebersihan dan kandungan gizi seimbang, agar anak-anak mendapatkan asupan yang mendukung aktivitas belajar mereka di sekolah.

Kepala MI Watuagung, Bapak Mustarom, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas terselenggaranya program ini. Dalam sambutannya beliau mengatakan,

“Atas nama keluarga besar MI Watuagung, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim SPPG Desa Watuagung serta Pemerintah yang telah terus memberikan perhatian terhadap kesehatan peserta didik kami. Program Makan Bergizi Gratis ini sangat membantu dalam menumbuhkan semangat belajar siswa, sekaligus membiasakan mereka untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.”


Lebih lanjut, beliau juga berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara rutin, karena manfaatnya sangat dirasakan oleh seluruh warga madrasah, terutama bagi anak-anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan.

Program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk belajar hidup sehat. Para guru turut mendampingi siswa saat kegiatan berlangsung sambil memberikan penjelasan mengenai pentingnya pola makan bergizi untuk mendukung kecerdasan dan kebugaran tubuh.

Kehadiran SPPG Desa Watuagung di MI Watuagung pada hari itu menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan seluruh pihak diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kecamatan Watulimo maupun di Kabupaten Trenggalek. (MY)

Share:

Lisanmu Cerminan Hatimu, MI Watuagung dan RA Miftahul Huda Gelar Upacara Bendera Penuh Makna


Senin, 06 Oktober 2025, halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung tampak khidmat dan tertib saat seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti Upacara Bendera rutin. Upacara kali ini terasa istimewa karena dilaksanakan bersama RA Miftahul Huda Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Bapak Mustarom, S.Pd.I, selaku Kepala MI Watuagung. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan inspiratif dengan tema “Lisanmu Cerminan Hatimu”. Amanat tersebut mengajak seluruh peserta upacara, baik siswa maupun guru, untuk lebih berhati-hati dalam menjaga ucapan, karena lisan mencerminkan isi hati dan kepribadian seseorang.

Dalam sambutannya, Bapak Mustarom menegaskan pentingnya mengendalikan lisan di tengah kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar madrasah. Beliau menyampaikan empat langkah sederhana menuju perubahan dalam menjaga tutur kata yang baik:

  1. Sadarlah dan berhenti sejenak. Sebelum berbicara, pikirkan dahulu apakah kata yang akan diucapkan bermanfaat atau justru menyakiti orang lain.
  2. Ganti kata-kata buruk dengan kata-kata baik. Biasakan berkata lembut, sopan, dan penuh kasih agar hati menjadi tenang dan hubungan dengan orang lain semakin harmonis.
  3. Lingkungan yang mendukung. Pilihlah teman dan lingkungan yang menumbuhkan kebiasaan positif, termasuk dalam bertutur kata.
  4. Perbanyak berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah SWT. Mohonlah kekuatan kepada Allah agar diberikan kemampuan menjaga lisan dari hal-hal yang sia-sia atau menyakiti hati orang lain.



Dalam penutup amanatnya, beliau berpesan,

“Jagalah lisanmu sebagaimana engkau menjaga hatimu. Ucapan yang baik akan membawa kedamaian, sedangkan ucapan yang buruk dapat melukai. Maka biasakanlah berkata baik, karena dari lisan yang bersih akan lahir hati yang bersih pula.”

Upacara berlangsung dengan tertib dan khusyuk. Petugas upacara dari siswa MI Watuagung melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, mulai dari pengibaran bendera hingga pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, dan doa penutup.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembubaran pasukan peserta upacara untuk selanjutnya mengikuti pembelajaran di kelasnya masing-masing. Upacara bendera kali ini tidak hanya menjadi kegiatan rutin setiap hari Senin, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan moral, terutama dalam membiasakan ucapan yang santun dan mencerminkan hati yang bersih. (MY-ATS)

Share:

Jumat, Oktober 03, 2025

Keluarga Besar MI Watuagung dan RA Miftahul Huda Gelar Rutinan Istighotsah Jumat Pagi


Watuagung, 03 Oktober 2025Suasana penuh khidmat menyelimuti halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek pada Jum’at pagi (03/10). Seluruh siswa MI Watuagung bersama siswa RA Miftahul Huda Watuagung melaksanakan kegiatan rutinan Istighotsah Jumat Pagi, sebuah tradisi spiritual yang telah menjadi agenda tetap madrasah dalam membentuk karakter religius peserta didik.

Kegiatan istighotsah ini dipimpin langsung oleh Bapak Mustarom, S.Pd.I, selaku Kepala MI Watuagung, dengan bacaan istighotsah, tahlil, serta doa bersama yang dipanjatkan penuh kekhusyukan. Seluruh siswa duduk tertib, mengikuti rangkaian doa yang dipandu, sembari melantunkan ayat-ayat dan wirid dengan suara yang lantang namun khidmat.

Dalam sambutannya, Bapak Mustarom, S.Pd.I menyampaikan bahwa istighotsah bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya nyata menanamkan nilai keimanan, kecintaan kepada Allah SWT, serta membentuk jiwa religius sejak dini. “Dengan kegiatan istighotsah ini, kita berharap anak-anak terbiasa dekat dengan Al-Qur’an, dzikir, dan doa. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat iman, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.


Tidak hanya siswa, guru dan tenaga kependidikan dari MI maupun RA turut larut dalam kekhusyukan istighotsah. Kolaborasi antara kedua lembaga ini menegaskan pentingnya sinergi pendidikan Islam sejak usia dini hingga sekolah dasar dalam mencetak generasi yang berkarakter Islami.

Kegiatan rutinan ini ditutup dengan doa bersama agar seluruh warga madrasah senantiasa diberi kesehatan, keberkahan ilmu, serta perlindungan dari Allah SWT. Suasana penuh kedamaian dan spiritualitas tampak menyelimuti seluruh peserta, meninggalkan kesan mendalam bagi siswa maupun guru yang hadir.

Dengan adanya istighotsah setiap Jumat pagi, MI Watuagung bersama RA Miftahul Huda tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menekankan pembinaan spiritual dan pembentukan karakter, selaras dengan visi madrasah dalam mencetak generasi cerdas, berakhlak mulia, dan berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah. (My-ATS)

Share:

Rabu, Oktober 01, 2025

MI Watuagung Gelar Musyawarah Bersama Wali Murid dan Sosialisasi Program Unggulan Serta Festival Santri Ma’arif NU Trenggalek Ke-5


Watuagung, 01 Oktober 2025 - Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung mengadakan Musyawarah bersama perwakilan wali murid di Mushola Hidayatul Musthofa Dusun Suwur, Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Acara ini menjadi momen penting bagi madrasah untuk menyampaikan program-program unggulan serta mempererat komunikasi dan sinergi antara pihak madrasah dan orang tua murid.

Musyawarah dibuka dan dipimpin langsung oleh Kepala MI Watuagung, Bapak Mustarom. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keterlibatan aktif wali murid dalam mendukung pendidikan anak-anak. 

“Musyawarah ini tidak hanya sebagai forum informasi, tetapi juga sebagai wahana untuk mendengarkan aspirasi orang tua. Setiap program yang kami rancang, baik akademik maupun non-akademik, selalu mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik anak didik. Evaluasi rutin akan kami lakukan setiap beberapa bulan agar setiap langkah yang diambil memberikan hasil yang optimal,” ujar Bapak Mustarom.


Acara dilanjutkan dengan sosialisasi program madrasah yang disampaikan oleh Bapak Murdiyanto, selaku Pembina Ekstrakurikuler sekaligus pemerhati pendidikan pada Madrasah Ibtidaiyah Watuagung. Beliau memaparkan sejumlah kegiatan kreatif dan edukatif, terutama yang terkait dengan peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025.

“MI Watuagung berpartisipasi aktif dalam Semarak Festival Santri Ma’arif NU Trenggalek Ke-5. Kegiatan ini mencakup Olimpiade Aswaja dan Ke-NU-an, Musyabaqoh Syarhil Qur’an (MSQ), Pawai Ta’aruf Nusantara, lomba kaligrafi, Festival Tahfidzil Qur’an bil Qalam, serta Lomba Jelajah Sejarah Situs Santri Trenggalek (LJS3T). Tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kecintaan siswa terhadap tradisi keislaman, meningkatkan kreativitas, serta memperluas wawasan kebangsaan,” jelas Bapak Murdiyanto.

Wali murid yang hadir terlihat antusias dan memberikan tanggapan positif. Salah seorang wali murid menyampaikan, “Kami merasa senang dan bangga karena anak-anak mendapatkan pendidikan yang tidak hanya akademik, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai agama dan budaya. Program-program seperti festival santri sangat bermanfaat untuk membentuk karakter dan kecintaan mereka terhadap sejarah serta tradisi lokal.”


Selain itu, diskusi dalam musyawarah juga membahas strategi pelaksanaan program madrasah yang lebih efektif, sarana prasarana yang dibutuhkan, serta rencana evaluasi berkala agar setiap kegiatan dapat terukur keberhasilannya. Bapak Mustarom menambahkan, “Keterlibatan orang tua sangat penting, karena pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga rumah dan masyarakat. Dengan sinergi ini, kita berharap generasi MI Watuagung bisa menjadi cerdas, berakhlak mulia, dan unggul dalam prestasi.”

Musyawarah ini menjadi bukti nyata komitmen MI Watuagung dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan holistik, dengan menggabungkan prestasi akademik, penguatan karakter, serta kegiatan kreatif yang relevan dengan budaya dan tradisi santri. Dengan program-program unggulan serta partisipasi aktif dalam Semarak Festival Santri Ma’arif NU, madrasah berharap dapat melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan global namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. (My)

Share:

MI Watuagung dan RA Miftahul Huda Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025


Watuagung Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, MI Watuagung bersama RA Miftahul Huda menyelenggarakan upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman madrasah, Rabu (01/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan siswi MI Watuagung, RA Miftahul Huda, serta seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan.

Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan pemeriksaan kerapian seluruh peserta, persiapan pasukan, penghormatan bendera Merah Putih, dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila, pembacaan pembukaan UUD 1945 dan pembacaan doa. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MI Watuagung, Bapak Mustarom, S.Pd.I., menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Dalam amanatnya, Bapak Mustarom mengingatkan seluruh peserta upacara bahwa Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar momentum seremonial, tetapi juga pengingat bagi seluruh generasi muda untuk meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa, seperti persatuan, keadilan sosial, dan gotong royong.

“Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus meneladani semangat Pancasila dalam setiap tindakan kita, baik di sekolah maupun di masyarakat,” ujarnya dengan tegas.

Sementara itu, dalam sambutannya secara terpisah, Kepala RA Miftahul Huda, Ibu Fatonah, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan partisipasi seluruh siswa dan guru dalam upacara ini. Ibu Fatonah menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila juga dapat diterapkan melalui pembiasaan sehari-hari, seperti saling menghormati teman, disiplin dalam belajar, dan menolong sesama.


Kemeriahan peringatan ini juga terlihat dari antusiasme para siswa. Salah satu siswa MI Watuagung, menyampaikan kesannya, “Saya senang bisa mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila. Saya jadi lebih paham bahwa kita harus mencintai tanah air dan selalu menjunjung tinggi persatuan Indonesia.”

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan pelepasan kegiatan upacara yang berjalan tertib dan lancar. Peringatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi tentang nilai-nilai Pancasila, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan patriotisme di kalangan siswa MI Watuagung dan RA Miftahul Huda. (My)

Share:

Terjemahkan

Arsip Digital Online

Mars LP Ma'arif NU