NPSN : 60714452 | NSM : 111235030055 | IJOB NO. : MIS/03.0055/2017 | AKTE NOTARIS : NO. 4, MUNYATI SULLAM, S.H., M.H. | Pengesahan Akta Notaris : AHU-119.AH.01.08.TAHUN 2013 / 26 JUNI 2013 | Tanggal Pendirian : 01 JANUARI 1965
Tampilkan postingan dengan label Widia Maya Sari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Widia Maya Sari. Tampilkan semua postingan

Rabu, Oktober 08, 2025

Menarik Pola, Menemukan Makna — Siswa Kelas 4 MI Watuagung Belajar Pola Bilangan dengan Cara Seru


Watuagung, 08 Oktober 2025 — Suasana belajar tampak penuh semangat di ruang kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung pada hari Rabu pagi. Kegiatan pembelajaran kali ini adalah pelajaran Matematika yang diampu oleh Ibu Widia Maya Sari, S.Pd., dengan materi menarik bertema “Pola Bilangan” pada Bab 3: Pola Gambar dan Bilangan.

Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, Ibu Widia mengajak para siswa memahami konsep pola dengan menggunakan metode “Tarik Pola Bilangan”, yaitu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam menemukan dan menarik kesimpulan pola dari deret angka dan bentuk gambar secara mandiri maupun berkelompok.

Materi yang disampaikan antara lain mengenai:

“Pola bilangan adalah urutan bilangan yang memiliki keteraturan tertentu. Setiap bilangan dalam pola memiliki hubungan dengan bilangan sebelumnya, misalnya bertambah atau berkurang dengan jumlah yang sama, atau mengikuti bentuk tertentu seperti kelipatan, pangkat, maupun deret ganjil-genap.”


Dengan metode Tarik Pola Bilangan ini, siswa diajak untuk menelusuri contoh-contoh pola seperti:

  • 2, 4, 6, 8, 10, … (pola bilangan genap)

  • 1, 3, 5, 7, 9, … (pola bilangan ganjil)

  • 1, 2, 4, 8, 16, … (pola bilangan berpangkat dua)

  • serta pola gambar seperti segitiga, persegi, dan susunan titik yang bertambah secara teratur.

Melalui kegiatan menarik garis, menghitung, dan mengamati perubahan pola, siswa tampak antusias mengungkap “rahasia” di balik setiap deret bilangan. Ibu Widia menuturkan bahwa metode ini membantu siswa berpikir logis, sistematis, dan menemukan konsep matematika secara menyenangkan.

“Anak-anak bukan hanya menghafal angka, tetapi benar-benar memahami bagaimana suatu pola terbentuk. Dari situ mereka bisa menalar dan memprediksi angka berikutnya dengan percaya diri,” ujar Ibu Widia.


Kegiatan pembelajaran ditutup dengan sesi refleksi, di mana siswa menyimpulkan bahwa setiap pola memiliki aturan yang tetap, dan menemukan pola membantu mereka dalam berbagai perhitungan matematika di bab-bab berikutnya.

Dengan penerapan metode yang kreatif dan kontekstual seperti ini, MI Watuagung terus berupaya menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, dan menyenangkan agar siswa semakin mencintai dunia angka dan logika. (My)

Share:

Rabu, Oktober 01, 2025

Belajar Seru dengan Metode Card Sort, Siswa Kelas 4 MI Watuagung Dalami Hak dan Kewajiban di Rumah


Watuagung, 1 Oktober 2025Suasana belajar di kelas 4 MI Watuagung pada Rabu (01/10) tampak begitu hidup dan penuh antusias. Pada hari itu, mata pelajaran Pendidikan Pancasila dengan Bab “Aku Anak Disiplin” materi Hak dan Kewajiban di Rumah berlangsung dengan metode pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, yaitu Card Sort.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ini diampu langsung oleh guru kelas, Ibu Widia Maya Sari, S.Pd., yang dikenal penuh inovasi dalam mengajar. Sejak awal, beliau mengajak siswa untuk memahami bahwa menjadi anak disiplin berarti mampu menyeimbangkan hak dan kewajiban, terutama di lingkungan keluarga.

Dalam paparannya, Ibu Widia menekankan bahwa hak adalah segala sesuatu yang layak diterima setiap anggota keluarga, seperti kasih sayang, perhatian, dan kesempatan untuk belajar. Sementara itu, kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilaksanakan oleh seorang anak, misalnya membantu orang tua, menjaga kebersihan rumah, dan menaati aturan keluarga.

Beliau mengutip salah satu poin penting materi:

“Di rumah, anak memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang dan perlindungan dari orang tua. Namun, anak juga memiliki kewajiban untuk berbakti kepada orang tua, menaati aturan rumah, serta menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan keluarga.”

Metode Card Sort yang digunakan membuat siswa lebih aktif dan partisipatif. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil, lalu diberikan kartu yang berisi contoh perilaku sehari-hari. Ada kartu bertuliskan hak seperti “mendapat makanan sehat” atau “beristirahat setelah belajar,” dan ada pula kartu kewajiban seperti “merapikan tempat tidur” serta “membantu membersihkan rumah.”


Setiap kelompok diminta untuk memilah kartu sesuai kategori hak atau kewajiban. Diskusi singkat pun berlangsung seru, karena ada beberapa kartu yang memancing perdebatan sehat antar siswa. Dengan arahan guru, mereka akhirnya bisa memahami bahwa hak dan kewajiban selalu berjalan beriringan, bukan untuk dipisahkan, melainkan untuk dilaksanakan secara seimbang.

Salah satu siswa, dengan penuh semangat mengatakan, “Kalau saya sudah diberi hak untuk sekolah, berarti saya wajib belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak boleh malas!” Pernyataan ini disambut tepuk tangan teman-teman sekelasnya.

Melalui metode Card Sort, pembelajaran terasa lebih bermakna. Tidak hanya sekadar mendengarkan penjelasan, tetapi siswa benar-benar terlibat aktif dalam memilah, mengkategorikan, dan memahami isi materi.

Di akhir pembelajaran, Ibu Widia Maya Sari menutup dengan pesan, “Anak yang disiplin adalah anak yang tahu haknya, sekaligus melaksanakan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab. Dengan begitu, kehidupan keluarga akan menjadi lebih harmonis.”

Kegiatan belajar hari itu berjalan lancar dan penuh keceriaan. Selain menambah wawasan tentang hak dan kewajiban, siswa juga terlatih untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan menumbuhkan sikap disiplin sejak dini. (My)

Share:

Kamis, September 25, 2025

Pengawas Madrasah Kemenag Trenggalek Apresiasi Pelaksanaan ANBK dan Tindak Lanjuti Monev BOS di MI Watuagung


Watuagung, Watulimo – Kamis, 25 September 2025.
Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025 di MI Watuagung memasuki hari kedua dengan suasana tertib, aman, dan lancar. Pada kesempatan ini, hadir Ibu Siti Maisukhoh, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek yang bertugas diwilayah Kecamatan Watulimo, untuk melakukan monitoring pelaksanaan ANBK sekaligus melanjutkan agenda monitoring dan evaluasi (monev) tindak lanjut penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di MI Watuagung serta Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan di RA Miftahul Huda Watuagung, Kecamatan Watulimo.

Dalam sambutannya, Ibu Siti Maisukhoh menyampaikan rasa syukur dan apresiasi terhadap kelancaran kegiatan ANBK di MI Watuagung. “Alhamdulillah, pelaksanaan ANBK di MI Watuagung berjalan dengan baik, lancar, dan aman terkendali sesuai harapan. Hal ini menunjukkan kesiapan madrasah dalam mendukung program nasional peningkatan mutu pendidikan,” ungkapnya.


Lebih lanjut, beliau juga menyoroti langkah progresif MI Watuagung dalam pemanfaatan teknologi informasi. “Saya sangat mengapresiasi perkembangan MI Watuagung yang sudah memanfaatkan teknologi digital dalam manajemen maupun pembelajaran. Ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus memberikan layanan pendidikan yang lebih efektif dan berkualitas,” tambahnya.

Selain monitoring ANBK, kunjungan ini juga difokuskan pada monev tindak lanjut penggunaan BOS MI dan BOP RA. Menurut beliau, pengelolaan dana BOS dan BOP harus dilakukan secara akuntabel, transparan, dan tepat sasaran agar memberikan dampak langsung terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan.


Sementara itu, Kepala MI Watuagung, Bapak Mustarom, S.Pd.I., yang pada saat bersamaan tidak bisa hadir mendampingi karena sedang mengikuti Rapat Dinas Sosialisasi pencairan BPPDGS (Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta) di Dinas DIKPORA Kabupaten Trenggalek, menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf melalui pesan tertulis. “Saya atas nama keluarga besar MI Watuagung menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kehadiran Ibu Pengawas yang sudah berkenan melakukan monitoring di madrasah kami. Mohon maaf karena pada saat bersamaan saya tidak bisa mendampingi secara langsung. Kehadiran beliau tentu memberikan motivasi dan energi positif bagi guru dan siswa kami,” ucapnya.

Kunjungan Pengawas Madrasah Kemenag Trenggalek ini diakhiri dengan obrolan-obrolan santai dengan berharap agar pelaksanaan ANBK tahun 2025 membawa manfaat dalam peningkatan mutu pendidikan, serta pengelolaan dana BOP BOS dapat terus mendukung kemajuan madrasah dan RA di Kecamatan Watulimo. (MY-ATS)

Share:

Rabu, September 24, 2025

MI Watuagung Gelar ANBK 2025, Tingkatkan Literasi, Numerasi, dan Kualitas Lingkungan Belajar


Watuagung, WatulimoMadrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung kembali melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025 pada Rabu-Kamis, 24–25 September 2025. Kegiatan ini diikuti khusus oleh siswa-siswi kelas V (lima) yang telah dipilih sebagai peserta asesmen sesuai ketentuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Pelaksanaan ANBK 2025 di MI Watuagung berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat. Para siswa mengikuti asesmen menggunakan perangkat komputer (laptop) yang telah disiapkan madrasah dengan dukungan fasilitas jaringan internet yang memadai.

ANBK bukanlah ujian untuk mengukur kelulusan siswa, melainkan instrumen penting dalam memetakan mutu pendidikan. Tiga fokus utama dalam asesmen ini adalah:

  1. Literasi Membaca, untuk mengetahui sejauh mana siswa mampu memahami, menafsirkan, dan menggunakan informasi dari berbagai jenis teks bacaan.

  2. Numerasi, yang mengukur kemampuan siswa dalam bernalar menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

  3. Survei Lingkungan Belajar, yang menggali informasi mengenai kondisi lingkungan belajar, termasuk iklim sekolah, kenyamanan siswa, serta dukungan guru dalam proses pembelajaran.

Melalui ANBK, madrasah memperoleh gambaran objektif mengenai kualitas pembelajaran dan kondisi lingkungan belajar. Data hasil asesmen menjadi dasar bagi satuan pendidikan untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar, memperbaiki metode pembelajaran, serta merancang strategi pendidikan yang lebih tepat sasaran.


Bagi siswa, ANBK bermanfaat untuk melatih keterampilan berpikir kritis, pemahaman bacaan, serta pemecahan masalah kontekstual. Sementara itu, bagi guru dan lembaga pendidikan, hasil asesmen membantu dalam mengevaluasi efektivitas pembelajaran yang telah dilakukan, sekaligus menjadi acuan untuk meningkatkan capaian kompetensi siswa.

Kepala MI Watuagung, bapak Mustarom, S.Pd.I. menyampaikan bahwa pihak madrasah berkomitmen penuh untuk menyukseskan ANBK 2025. "ANBK ini bukan sekadar asesmen, tetapi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di MI Watuagung. Dengan memahami hasil asesmen, kami bisa merancang langkah-langkah strategis agar mutu pendidikan semakin baik," ungkapnya.

Dengan terselenggaranya ANBK 2025, MI Watuagung berharap dapat berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang literat, numerat, serta tumbuh dalam lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan berkualitas. (MY-ATS)

Share:

Terjemahkan

Arsip Digital Online

Mars LP Ma'arif NU