NPSN : 60714452 | NSM : 111235030055 | IJOB NO. : MIS/03.0055/2017 | AKTE NOTARIS : NO. 4, MUNYATI SULLAM, S.H., M.H. | Pengesahan Akta Notaris : AHU-119.AH.01.08.TAHUN 2013 / 26 JUNI 2013 | Tanggal Pendirian : 01 JANUARI 1965
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, November 13, 2025

Beberapa Ciri Guru yang tidak Empati terhadap Sekolahnya


Berikut beberapa ciri-ciri guru yang tidak empati terhadap sekolahnya:
1. 🧍‍♂️ Tidak peduli terhadap lingkungan sekolah
Tidak ikut menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan sekolah.
Tidak merasa memiliki terhadap fasilitas sekolah.

2. 🗣️ Kurang menghargai rekan kerja dan pimpinan
Sering mengeluh, menjelekkan sekolah atau kepala sekolah.
Tidak mau bekerja sama dalam kegiatan sekolah.

3. 📚 Tidak terlibat dalam kegiatan sekolah
Enggan berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, rapat, atau acara sekolah.
Hanya datang untuk mengajar, tanpa peduli pada kehidupan sekolah secara keseluruhan.

4. 🕒 Kurang disiplin dan tanggung jawab
Sering datang terlambat atau pulang sebelum waktunya.
Tidak menyiapkan pembelajaran dengan baik.

5. 💬 Tidak peka terhadap kebutuhan peserta didik dan lingkungan sekolah
Tidak berusaha memahami permasalahan siswa atau kondisi sekolah.
Acuh terhadap kesulitan siswa atau rekan kerja.

6. 💼 Berorientasi pada kepentingan pribadi
Lebih mementingkan keuntungan pribadi daripada kemajuan sekolah.
Tidak punya semangat untuk memajukan nama baik sekolah.

7. 💔 Tidak memiliki rasa bangga terhadap sekolahnya
Tidak ikut mempromosikan atau menjaga citra baik sekolah.
Menganggap sekolahnya tempat kerja biasa, bukan bagian dari dirinya.
Share:

Senin, September 22, 2025

Pelita Ilmu, Cahaya Kehidupan: Untaian Motivasi dan Hikmah untuk Para Penuntut Ilmu


Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan kehidupan. Barangsiapa yang menapaki jalan menuntut ilmu, maka sejatinya ia sedang menapaki jalan menuju kemuliaan. Belajarlah dengan penuh keikhlasan, sebab ilmu yang diperoleh dengan hati yang tulus akan menjadi keberkahan yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi sesama. Jangan pernah merasa lelah dalam menimba ilmu, karena setiap tetes peluh yang mengalir adalah saksi kesungguhanmu, dan setiap kesabaran dalam proses belajar adalah pintu menuju kejayaan.

Ingatlah, ilmu bukan sekadar untuk dihafal, tetapi untuk diamalkan. Ilmu yang tidak diamalkan ibarat pelita yang disembunyikan, cahayanya tidak akan memberi manfaat. Maka, jadikanlah ilmu sebagai bekal untuk memperbaiki akhlak, meluruskan niat, serta mengabdi kepada Allah dan umat manusia.

Bersabarlah dalam perjalanan panjang menuntut ilmu, karena kesabaran adalah kunci kesuksesan. Jangan tergoda oleh jalan pintas yang menyesatkan, sebab kemuliaan ilmu tidak akan hadir tanpa perjuangan. Rasulullah SAW. pernah bersabda, “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”

Maka, wahai para penuntut ilmu, genggamlah semangatmu erat-erat. Biarkan hatimu selalu haus akan pengetahuan. Hiasi dirimu dengan rendah hati, karena ilmu hanya akan bersemayam di hati yang tawadhu’. Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang engkau ketahui, karena cakrawala ilmu itu luas tak bertepi.

Jadilah penuntut ilmu yang bukan hanya cerdas pikirannya, tetapi juga indah akhlaknya. Karena ilmu yang sejati adalah ilmu yang membimbing kepada kebaikan, menumbuhkan rasa syukur, dan mengantarkan kepada kemuliaan hidup di dunia serta keselamatan di akhirat.


-----------
Penulis : Murdiyanto
Pembina Ekstra MI Watuagung
Share:

Jumat, Juli 30, 2021

ADA SYARAT DALAM MENUNTUT ILMU


Syaikh Az-Zarnuji di dalam kitabnya Ta'lim Al -Muta'alim menuliskan sebuah syair dari Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu., dua bait syair yang artinya:

“Ingatlah! engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan memenuhi enam syarat. 

1. Kecerdasan, yakni kecerdasan yang diberikan oleh Allah Swt (muhibatun minallah) dan kecerdasan yang didapat dengan usaha (muktasab)

2. Bersungguh-sungguh. Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkan kesuksesan. BegiMan Jada wa Jadda “Siapa bersungguh-sungguh pasti dapat”.

3. Kesabaran. Dalam menuntut ilmu dibutuhkan kesabaran, sabar dalam belajar, sabar dalam diuji, sabar dalam segala hal yang kita alami dalam proses menuntut ilmu, sabar dalam menjalani hukuman sekalipun jika ada.

4. Biaya. Dalam menuntut ilmu tentu butuh biaya (bekal), tidak mungkin menuntut ilmu tanpa biaya (bekal). 

Contoh para imam, Imam Malik menjual salah satu kayu penopang atap rumahnya untuk menuntut ilmu. Imam Ahmad melakukan perjalanan jauh ke berbagai negara untuk mencari ilmu. Beliau janji kepada Imam Syafi’i untuk bertemu di Mesir akan tetapi beliau tidak bisa ke Mesir karena tidak ada bekal. Seseorang untuk mendapat ilmu harus berkorban waktu, harta bahkan terkadang nyawa.

5. Bimbingan Guru. Salah satu hal yang paling penting dalam menuntut ilmu adalah bimbingan dari seorang guru. Terlebih belajar ilmu agama Islam, haruslah sesuai dengan bimbingan guru. Belajar Islam janganlah otodidak semata, karena akan menjadi bahaya jika salah memahami suatu teks ayat atau hadits.

Dikarenakan begitu pentingnya bimbingan guru, maka kita haruslah menghormati dan memuliakan guru. Hal ini semata-mata untuk mendapatkan ridha guru yang pada akhirnya akan mengantarkan kita kepada Allah.

6. Waktu Yang Lama. Dalam menuntut ilmu butuh waktu yang lama. Tidak mungkin didapatkan hanya dalam hitungan bulan saja.

Imam Al-Baihaqi berkata:”Ilmu tidak akan mungkin didapatkan kecuali dengan kita meluangkan waktu”.

Imam Al-Qadhi ditanya: “Sampai kapan seseorang harus menuntut ilmu?” Beliau menjawab: ”Sampai ia meninggal dan ikut tertuang tempat tintanya ke liang kubur.”

Semoga kita mampu memahami dan mengaplikasikan syarat menuntut ilmu dari Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallaahu ‘Anhu tersebut.
Share:

Rabu, Juni 30, 2021

Tujuh Mauidhoh KH. Makhrus Ali Lirboyo


Tujuh Mauidhoh Yai Makhrus Ali Lirboyo

1. Orang berumah tangga kalau ingin sukses itu kuncinya menghormati istri.

2. Orang kalau ingin hidup mulia hormati orang tua, khususnya ibu.

3. Ingat kalau kamu jadi pemimpin, tolong hindari 2 masalah:
Pertama, jangan sampai kamu mata duitan.
Kedua, jangan sampai kamu tergoda perempuan. Kalau bisa bertahan dari dua hal ini insyaallah kamu bakal selamat.

4. Nabi Sulaiman itu sukses dalam 90 th dan Nabi Nuh sukses dalam waktu 900 th. Tetapi di dalam Al-Qur'an yang disebut ulul 'azmi adalah Nabi Nuh. Ini menunjukan perjuangan dilihat dari kesulitan, bukan dari jumlah murid.

5. Orang yang mempunyai ilmu sambil di riyadlohi dengan yang tidak di riyadlohi itu hasilnya beda. Riyadlohi yang paling utama adalah istiqomah.

6. Saya dulu waktu di pondok tidak pernah membayangkan akan jadi kyai, tidak pernah membayangkan akan menjadi orang kaya. Akhirnya menjadi orang mulia seperti ini saya takut. Jangan-jangan bagian saya ini saja, Diakhirat tidak dapat bagian apa-apa.

7. Ngajarlah ngaji!!! Kalau nanti kamu tidak bisa makan, ketho'en kupingku (potong telingaku)

Wallahu a'lam
Alfaatihah...
Share:

Terjemahkan

Arsip Digital Online

Mars LP Ma'arif NU