NPSN : 60714452 | NSM : 111235030055 | IJOB NO. : MIS/03.0055/2017 | AKTE NOTARIS : NO. 4, MUNYATI SULLAM, S.H., M.H. | Pengesahan Akta Notaris : AHU-119.AH.01.08.TAHUN 2013 / 26 JUNI 2013 | Tanggal Pendirian : 01 JANUARI 1965
Tampilkan postingan dengan label Upacara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Upacara. Tampilkan semua postingan

Senin, November 10, 2025

Semangat Kepahlawanan Menyala di Halaman MI Watuagung: “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”


Watuagung Dalam suasana penuh khidmat dan semangat kebangsaan, keluarga besar PAUD, RA Miftahul Huda, dan MI Watuagung melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025 di halaman MI Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, pada Senin, 10 November 2025.

Kegiatan ini bertepatan dengan agenda rutin Upacara Bendera setiap hari Senin, namun kali ini terasa lebih istimewa karena dilaksanakan untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Seluruh siswa dari tiga lembaga—mulai dari jenjang PAUD, RA Miftahul Huda, hingga MI Watuagung—turut mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat, bersama seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan. Bapak Mustarom, S.Pd.I, selaku Kepala MI Watuagung, bertindak sebagai Pembina Upacara.

Dalam amanatnya, Bapak Mustarom, S.Pd.I menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya meneladani semangat juang para pahlawan. Ia mengingatkan bahwa generasi muda saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk meneruskan perjuangan dengan cara yang berbeda—melalui belajar dengan sungguh-sungguh, berakhlak mulia, dan berkontribusi bagi bangsa.

“Anak-anakku yang saya banggakan, para pahlawan dahulu berjuang dengan mengorbankan jiwa dan raga. Tugas kita hari ini bukan lagi mengangkat senjata, tetapi berjuang dengan ilmu, semangat belajar, dan berbuat baik kepada sesama. Jadilah pahlawan di lingkungan sekolah, di rumah, dan di masyarakat dengan menunjukkan teladan yang baik dan prestasi yang membanggakan,” tutur beliau.

Lebih lanjut, beliau menegaskan makna dari tema Peringatan Hari Pahlawan 2025, yakni “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”.

“Tema ini mengajak kita semua untuk tidak berhenti pada mengenang jasa pahlawan, tetapi meneladani sikap pantang menyerah, gotong royong, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus terus bergerak, berjuang dalam kebaikan, serta menjaga semangat nasionalisme di tengah tantangan zaman,” tambahnya.


Upacara berlangsung dengan tertib dan lancar, diiringi lagu-lagu perjuangan yang menggugah semangat nasionalisme peserta.

Dikonfirmasi terpisah, usai pelaksanaan upacara, Ibu Fatonah, S.Pd.I, selaku Kepala RA Miftahul Huda, turut memberikan sambutan dan refleksi singkat tentang pentingnya menanamkan nilai-nilai kepahlawanan sejak usia dini.

“Anak-anak usia RA dan PAUD memang masih kecil, namun di usia inilah pondasi karakter dan semangat nasionalisme mulai dibentuk. Kami berharap, melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dapat belajar menghormati jasa pahlawan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan peserta didik yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan dewan guru yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan upacara ini. Semoga semangat kepahlawanan hari ini menjadi inspirasi untuk terus menumbuhkan karakter baik, disiplin, dan tanggung jawab pada diri anak-anak kita,” pungkasnya.

Peringatan Hari Pahlawan di MI Watuagung tahun ini tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi ajang pembentukan karakter, nasionalisme, dan semangat juang bagi peserta didik di era modern.

Dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan antar lembaga di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU, kegiatan ini diharapkan dapat memupuk nilai-nilai perjuangan, tanggung jawab, dan gotong royong di kalangan peserta didik, guru, serta masyarakat sekolah. (My-ATS)

Share:

Selasa, Oktober 28, 2025

Semangat Pemuda Berkobar di MI Watuagung: Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025


Watuagung – Selasa, 28 Oktober 2025, halaman MI Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek dipenuhi semangat kebangsaan. Seluruh keluarga besar MI Watuagung bersama PAUD dan RA Miftahul Huda Watuagung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 dengan penuh khidmat dan antusias.

Upacara yang diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, serta tenaga kependidikan dari ketiga lembaga tersebut berlangsung tertib dan penuh makna. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Bapak Mustarom, S.Pd.I, selaku Kepala MI Watuagung, menyampaikan Sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang berisi pesan penting tentang semangat persatuan dan peran generasi muda dalam membangun bangsa.

Dalam sambutannya, Bapak Mustarom menyampaikan kutipan dari amanat Menpora:

“Pada Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 dengan tema ‘Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu’, kita diingatkan kembali pada semangat para pemuda 1928 yang tidak banyak bicara, tetapi berani bersumpah dan menepatinya dengan darah dan nyawa. Kini perjuangan kita berbeda — bukan dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Indonesia harus tetap berdiri tegak, dan para pemuda harus menjadi penentu sejarah berikutnya.”


Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh siswa untuk meneladani semangat para pemuda pelopor Sumpah Pemuda dengan menunjukkan karakter jujur, tangguh, disiplin, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari. “Kita butuh pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati, yang mencintai tanah air melalui tindakan nyata,” tegasnya.

Upacara berjalan dengan penuh kekhidmatan diiringi lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan dengan lantang oleh peserta upacara. Para guru dan siswa tampak bersemangat mengenakan atribut merah putih sebagai simbol nasionalisme dan kebanggaan terhadap bangsa Indonesia.

Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan bangsa, serta semangat baru bagi seluruh peserta didik untuk terus berprestasi dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Dengan terselenggaranya upacara ini, keluarga besar MI Watuagung berharap semangat “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” benar-benar tertanam di hati setiap peserta didik sebagai penerus bangsa yang siap menjaga dan mengharumkan nama Indonesia di masa depan.

Salam Pemuda! Indonesia Bersatu, Indonesia Maju!

Share:

Senin, Oktober 27, 2025

Tumbuhkan Disiplin dan Cinta Tanah Air, MI Watuagung Gelar Upacara Bendera Bersama PAUD dan RA Miftahul Huda


Watuagung, 27 Oktober 2025 – Suasana penuh khidmat tampak di halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung saat pelaksanaan Upacara Bendera rutin yang digelar bersama PAUD dan RA Miftahul Huda Watuagung. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa dan dewan guru dari ketiga lembaga tersebut berlangsung dengan tertib, semangat, dan penuh nilai kebangsaan.

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Bapak Mustarom, S.Pd.I, selaku Kepala MI Watuagung, sementara petugas upacara dipercayakan kepada siswa-siswi MI Watuagung yang tampil disiplin dan percaya diri. Hadir pula Kepala RA Miftahul Huda, Ibu Fatonah, S.Pd.I, bersama seluruh dewan guru RA yang turut mendampingi peserta didik mengikuti kegiatan hingga selesai.

Dalam amanatnya, Bapak Mustarom, S.Pd.I menegaskan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan, dan tanggung jawab sejak dini.

“Upacara bendera bukan sekadar kegiatan rutin setiap hari Senin, tetapi merupakan bagian dari pembentukan karakter. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar menghargai jasa para pahlawan, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta membiasakan diri untuk disiplin dan menghormati simbol-simbol negara,” tutur beliau dengan semangat.


Beliau juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus terjalin di lingkungan lembaga PAUD dan RA Miftahul Huda Watuagung.

“Kebersamaan antara PAUD, RA, dan MI adalah kekuatan besar dalam mendidik generasi muda yang Islami, berakhlak mulia, serta memiliki semangat kebangsaan yang tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ibu Fatonah, S.Pd.I, Kepala RA Miftahul Huda, dalam sambutannya secara terpisah menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kesempatan dapat bergabung dalam kegiatan bersama ini.

“Anak-anak usia dini perlu dikenalkan dengan makna bendera merah putih, lagu kebangsaan, dan sikap hormat kepada simbol negara. Dari kegiatan kecil seperti ini, akan tumbuh rasa bangga sebagai anak Indonesia yang cinta tanah air dan taat kepada guru serta orang tua,” ungkapnya penuh haru.

Kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat hingga diakhiri dengan pembacaan doa bersama. Suasana kebersamaan dan kekompakan antar-lembaga terasa begitu erat, mencerminkan semangat satu visi dalam mendidik generasi bangsa.


Upacara bendera yang dilaksanakan secara rutin bukan hanya menjadi simbol penghormatan terhadap bangsa dan negara, tetapi juga sarana internalisasi nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, religius, dan gotong royong. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, peserta didik dari usia PAUD hingga MI dibimbing untuk menjadi profil pelajar Pancasila dan santri yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Kegiatan ini meneguhkan komitmen MI Watuagung dan seluruh lembaga di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkarakter, berjiwa kebangsaan, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. (MY-ATS)

Share:

Senin, Oktober 13, 2025

Upacara Bendera Senin Pagi di MI Watuagung: Belajar Nilai Kehidupan dari “Matahari dan Bulan”


Watuagung, 13 Oktober 2025 — Seperti biasa, setiap hari Senin pagi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, melaksanakan kegiatan Upacara Bendera secara rutin di halaman madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa MI Watuagung, peserta didik dari PAUD dan RA Miftahul Huda, serta segenap dewan guru dan tenaga kependidikan.

Pada upacara kali ini, yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Bapak Mustarom, S.Pd.I, selaku Kepala MI Watuagung. Dalam amanatnya yang mengangkat tema “Matahari dan Bulan”, beliau menyampaikan pesan moral yang sangat bermakna bagi seluruh peserta upacara.

“Dari matahari dan bulan, kita bisa belajar dua hal penting. Pertama, jadilah seperti matahari yang selalu memberi manfaat tanpa pilih kasih. Kedua, jadilah seperti bulan, jangan pernah meremehkan kebaikan kecil, karena bisa memberi cahaya di tengah kegelapan,” ujar Bapak Mustarom dengan penuh semangat.

Lebih lanjut beliau mengaitkan pesan tersebut dengan sabda Rasulullah SAW:

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Ahmad).

Menurut beliau, nilai-nilai ini sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi para siswa yang sedang menempuh pendidikan. “Sebagai pelajar, mari kita belajar menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi teman, guru, dan lingkungan. Kecil atau besar kebaikan kita, semuanya memiliki arti,” tambahnya.


Kegiatan upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib. Petugas upacara dari siswa MI Watuagung menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab — mulai dari pengibaran bendera, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, hingga janji siswa.

Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan dapat menanamkan rasa nasionalisme, disiplin, dan karakter religius pada seluruh peserta didik. Selain itu, amanat pembina upacara yang sarat makna diharapkan mampu menginspirasi siswa untuk selalu menebarkan manfaat dan meneladani nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

MI Watuagung terus berkomitmen untuk menumbuhkan karakter cerdas, berakhlakul karimah, dan berjiwa sosial — sebagaimana pancaran cahaya matahari dan bulan yang terus memberi tanpa henti. (My-ATS)

Share:

Senin, Oktober 06, 2025

Lisanmu Cerminan Hatimu, MI Watuagung dan RA Miftahul Huda Gelar Upacara Bendera Penuh Makna


Senin, 06 Oktober 2025, halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung tampak khidmat dan tertib saat seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti Upacara Bendera rutin. Upacara kali ini terasa istimewa karena dilaksanakan bersama RA Miftahul Huda Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Bapak Mustarom, S.Pd.I, selaku Kepala MI Watuagung. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan inspiratif dengan tema “Lisanmu Cerminan Hatimu”. Amanat tersebut mengajak seluruh peserta upacara, baik siswa maupun guru, untuk lebih berhati-hati dalam menjaga ucapan, karena lisan mencerminkan isi hati dan kepribadian seseorang.

Dalam sambutannya, Bapak Mustarom menegaskan pentingnya mengendalikan lisan di tengah kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar madrasah. Beliau menyampaikan empat langkah sederhana menuju perubahan dalam menjaga tutur kata yang baik:

  1. Sadarlah dan berhenti sejenak. Sebelum berbicara, pikirkan dahulu apakah kata yang akan diucapkan bermanfaat atau justru menyakiti orang lain.
  2. Ganti kata-kata buruk dengan kata-kata baik. Biasakan berkata lembut, sopan, dan penuh kasih agar hati menjadi tenang dan hubungan dengan orang lain semakin harmonis.
  3. Lingkungan yang mendukung. Pilihlah teman dan lingkungan yang menumbuhkan kebiasaan positif, termasuk dalam bertutur kata.
  4. Perbanyak berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah SWT. Mohonlah kekuatan kepada Allah agar diberikan kemampuan menjaga lisan dari hal-hal yang sia-sia atau menyakiti hati orang lain.



Dalam penutup amanatnya, beliau berpesan,

“Jagalah lisanmu sebagaimana engkau menjaga hatimu. Ucapan yang baik akan membawa kedamaian, sedangkan ucapan yang buruk dapat melukai. Maka biasakanlah berkata baik, karena dari lisan yang bersih akan lahir hati yang bersih pula.”

Upacara berlangsung dengan tertib dan khusyuk. Petugas upacara dari siswa MI Watuagung melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, mulai dari pengibaran bendera hingga pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, dan doa penutup.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembubaran pasukan peserta upacara untuk selanjutnya mengikuti pembelajaran di kelasnya masing-masing. Upacara bendera kali ini tidak hanya menjadi kegiatan rutin setiap hari Senin, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan moral, terutama dalam membiasakan ucapan yang santun dan mencerminkan hati yang bersih. (MY-ATS)

Share:

Rabu, Oktober 01, 2025

MI Watuagung dan RA Miftahul Huda Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025


Watuagung Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, MI Watuagung bersama RA Miftahul Huda menyelenggarakan upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman madrasah, Rabu (01/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan siswi MI Watuagung, RA Miftahul Huda, serta seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan.

Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan pemeriksaan kerapian seluruh peserta, persiapan pasukan, penghormatan bendera Merah Putih, dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila, pembacaan pembukaan UUD 1945 dan pembacaan doa. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MI Watuagung, Bapak Mustarom, S.Pd.I., menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Dalam amanatnya, Bapak Mustarom mengingatkan seluruh peserta upacara bahwa Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar momentum seremonial, tetapi juga pengingat bagi seluruh generasi muda untuk meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa, seperti persatuan, keadilan sosial, dan gotong royong.

“Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus meneladani semangat Pancasila dalam setiap tindakan kita, baik di sekolah maupun di masyarakat,” ujarnya dengan tegas.

Sementara itu, dalam sambutannya secara terpisah, Kepala RA Miftahul Huda, Ibu Fatonah, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan partisipasi seluruh siswa dan guru dalam upacara ini. Ibu Fatonah menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila juga dapat diterapkan melalui pembiasaan sehari-hari, seperti saling menghormati teman, disiplin dalam belajar, dan menolong sesama.


Kemeriahan peringatan ini juga terlihat dari antusiasme para siswa. Salah satu siswa MI Watuagung, menyampaikan kesannya, “Saya senang bisa mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila. Saya jadi lebih paham bahwa kita harus mencintai tanah air dan selalu menjunjung tinggi persatuan Indonesia.”

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan pelepasan kegiatan upacara yang berjalan tertib dan lancar. Peringatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi tentang nilai-nilai Pancasila, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan patriotisme di kalangan siswa MI Watuagung dan RA Miftahul Huda. (My)

Share:

Senin, September 29, 2025

MI Watuagung dan PAUD Miftahul Huda Gelar Upacara Bendera Rutin: Pembina Upacara Tekankan Pesan Stop Bullying


Watuagung – Senin, 29 September 2025, MI Watuagung bersama PAUD Miftahul Huda Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek kembali melaksanakan kegiatan rutin upacara bendera setiap hari Senin. Meski pagi itu sempat diguyur gerimis, semangat siswa-siswi tidak surut. Sebagian peserta upacara mengikuti jalannya upacara di halaman sekolah, sementara sebagian lainnya menempati teras madrasah untuk tetap menjaga kekhidmatan acara.

Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kepala MI Watuagung, Bapak Mustarom, S.Pd.I. Dalam amanatnya, beliau mengangkat tema penting yang sangat dekat dengan kehidupan peserta didik, yaitu “Stop Bullying”.

“Bullying adalah tindakan yang menyakiti orang lain, baik dengan kata-kata, perbuatan, maupun melalui media sosial. Bentuknya bisa berupa ejekan, panggilan buruk, mendorong atau memukul teman, merusak barang milik orang lain, mengucilkan teman, hingga menyebarkan gosip atau hinaan di media sosial. Semua ini adalah perbuatan yang dilarang, karena dapat melukai perasaan dan merusak persaudaraan,” tegas beliau di hadapan peserta upacara.


Lebih lanjut, Mustarom mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 7 yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain. Boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka.”

Selain itu, beliau juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW:

“Seorang muslim adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti muslim lainnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pesan moral yang disampaikan pembina upacara ini memberikan kesan mendalam, terutama bagi para siswa-siswi untuk saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan menjauhi perilaku perundungan dalam bentuk apapun.


Upacara yang dilaksanakan dengan khidmat ini diakhiri dengan doa, diiringi suasana teduh akibat gerimis yang membasahi lingkungan sekolah. Meski cuaca tidak sepenuhnya mendukung, namun makna dan hikmah dari upacara bendera kali ini sangat membekas di hati seluruh peserta.

Dengan terlaksananya upacara ini, diharapkan seluruh siswa MI Watuagung dan PAUD Miftahul Huda semakin memahami pentingnya menjauhi tindakan bullying, serta menumbuhkan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. (My - ATS).

Share:

Terjemahkan

Arsip Digital Online

Mars LP Ma'arif NU